https://jatim.times.co.id/
Berita

Hiswana Migas Besuki Tegaskan Elpiji 3 Kg Tidak Langka, Distribusi Masih Normal

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:24
Hiswana Migas Besuki Tegaskan Elpiji 3 Kg Tidak Langka, Distribusi Masih Normal di Bondowoso Gas Elpiji 3 Kg di sejumlah pengecer dan toko kelontong di Bondowoso kosong (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BONDOWOSO – Keluhan warga terkait sulitnya memperoleh elpiji subsidi 3 kilogram belakangan ini kembali mencuat di sejumlah wilayah. Meski demikian, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Besuki menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat serta-merta disebut sebagai kelangkaan karena distribusi elpiji masih berjalan normal seperti hari-hari biasa.

Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan gangguan baik pada stok maupun jalur distribusi elpiji 3 kilogram. Namun, ia mengakui adanya peningkatan permintaan di masyarakat yang penyebabnya masih terus dicermati.

“Stok aman, distribusi juga normal. Tapi memang ada peningkatan permintaan. Fenomenanya apa, ini yang masih kami cermati,” ujar Ikbal.

Menurutnya, anggapan kelangkaan kerap muncul karena kondisi di tingkat pengecer yang sering kehabisan stok. Padahal, pengecer tidak bisa dijadikan indikator utama untuk menilai ketersediaan elpiji subsidi.

“Tolok ukurnya itu pangkalan resmi. Kalau di pangkalan resmi kosong, barulah bisa disebut langka. Kalau hanya di pengecer, itu belum tentu,” tegasnya.

Terkait data penyaluran, Ikbal mengakui pihaknya belum memantau secara rinci distribusi harian elpiji 3 kilogram. Kendati demikian, alokasi tahunan untuk Kabupaten Bondowoso telah ditetapkan. Pada tahun 2026, Bondowoso memperoleh alokasi elpiji subsidi sebesar 18.123 metrik ton.

“Kalau untuk angka per hari, kami belum monitor secara detail. Tapi alokasi tahunannya sudah jelas,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Hiswana Migas Besuki telah mengajukan permohonan penambahan alokasi elpiji 3 kilogram yang bersifat fakultatif. Permohonan tersebut telah dilengkapi surat rekomendasi dari pemerintah daerah dan kini tinggal menunggu tindak lanjut dari Pertamina.

“Alhamdulillah surat rekomendasi dari pemda sudah turun. Tinggal proses selanjutnya di Pertamina,” jelas Ikbal.

Dalam pengajuan tersebut, Hiswana Migas Besuki mengusulkan penambahan hingga 100 persen dari alokasi harian masing-masing agen. Namun, besaran tambahan nantinya akan disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan tiap agen penyalur.

“Kami ajukan penambahan sampai 100 persen dari alokasi harian agen, tapi sifatnya variatif sesuai kemampuan agen masing-masing,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.