TIMES JATIM, MALANG – Luka kecil kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Goresan pisau dapur, tersayat kertas, atau lecet akibat terjatuh ringan sering kali hanya dibersihkan seadanya, bahkan dibiarkan tanpa perawatan lanjutan. Padahal, luka sekecil apa pun tetap berpotensi menimbulkan infeksi apabila tidak ditangani dengan benar.
Dokter umum sekaligus health influencer, dr. Farhan Zubedi, menegaskan pentingnya perawatan luka sejak dini. Hal itu disampaikannya saat ditemui dalam acara pengukuhan sertifikasi halal salah satu produk plester luka di Malang, Kamis (15/1/2026).
“Banyak orang baru menyadari pentingnya merawat luka ketika sudah terjadi infeksi,” ujar dr. Farhan.
Ia menjelaskan bahwa penanganan luka dapat dilakukan dengan prinsip sederhana yang mudah diingat, yakni bersihkan, lindungi, dan sembuhkan. Langkah awal adalah membersihkan luka menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran serta bakteri yang menempel.
“Membersihkan luka sejak awal sangat penting untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan,” katanya.
Setelah dibersihkan, luka perlu dilindungi menggunakan plester atau penutup luka yang sesuai. Perlindungan ini bertujuan menjaga kelembapan luka, melindunginya dari kuman, serta mengurangi risiko gesekan yang dapat memperparah kondisi luka. Tahap selanjutnya adalah membantu proses penyembuhan dengan perawatan rutin dan penggunaan produk perawatan luka yang berkualitas.
Dr. Farhan juga meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat terkait penanganan luka. Ia menegaskan bahwa penggunaan odol, kopi, maupun alkohol pada luka tidak disarankan.
“Alkohol memang dapat membunuh kuman, tetapi juga merusak sel kulit sehat yang justru dibutuhkan dalam proses penyembuhan,” jelasnya. Menurutnya, penggunaan bahan yang tidak tepat dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko iritasi serta infeksi.
Dalam perawatan lanjutan, dr. Farhan menyarankan agar plester diganti minimal dua kali sehari atau setiap kali terlihat kotor dan basah. Plester yang jarang diganti berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menghambat proses penyembuhan luka.
Ia menekankan bahwa kecepatan dalam menangani luka merupakan faktor penting. Luka kecil yang dibiarkan dapat berkembang menjadi infeksi serius, terutama pada anak-anak, lansia, atau individu dengan daya tahan tubuh rendah.
“Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko komplikasi,” ujarnya.
Di akhir pemaparannya, dr. Farhan mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk perawatan luka. Menurutnya, produk yang berkualitas dapat membantu menjaga luka tetap bersih, terlindungi, serta mendukung proses penyembuhan alami kulit.
Terkait tren produk perawatan luka yang halal dan higienis, ia mengingatkan pentingnya memastikan kedua aspek tersebut terpenuhi. “Halal sudah pasti higienis, tetapi higienis belum tentu halal. Pastikan produk yang dipilih memenuhi kedua aspek ini demi keamanan dan kesehatan maksimal,” pungkas dr. Farhan Zubedi.(*)
| Pewarta | : Khodijah Siti |
| Editor | : Imadudin Muhammad |