TIMES JATIM, BONDOWOSO – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Pondok Pesantren Nurut Taqwa Cermee Bondowoso dan haul masyaikh dihadiri ribuan jemaah terdiri santri, wali santri hingga simpatisan, Jumat (9/1/2025) malam.
Haul kali ini dihadiri sejumlah ulama dan tokoh-tokoh penting. Diantaranya hadir langsung, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur beserta jajaran.
Dalam HUT ke-50 Pondok Pesantren Nurut Taqwa ini juga diisi beberapa agenda. Peresmian Asrama Putri Mutia, mengenang perjuangan pendiri pondok KH. Ma’shum Zainullah, sholawat hingga doa bersama untuk Sumatera dan Aceh agar segera pulih seperti sedia kala pasca bencana banjir bandang.
Tampak ribuan jemaah sangat khidmat mengikuti rangkaian kegiatan Haul. Bahkan mereka tidak beranjak meskipun cuaca mengalami gerimis.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa, KH Nawawi Maksum mengatakan, 50 tahun usia yang kalau untuk manusia, sudah masuk kategori sepuh, matang, dan penuh cerita.
Menurutnya, Pesantren ini dirintis dengan keringat, air mata, dan doa tanpa henti oleh pendiri, Almagfurlah KH. Ma’shum Zainullah.
“Kita kirimkan doa terbaik untuk beliau dan para Masyaikh yang telah menanamkan iman, ilmu, dan akhlak yang sampai sekarang masih dipanen oleh para santri,” katanya.

Dulu kata Gus Nawawi, Kiai Ma’shum berjuang menjaga keamanan akidah umat di Bondowoso ini. “Dan kini dan hingga nanti perjuangan, InsyaAllah perjuangan ini akan terus berlanjut,” tegasnya.
Selain peringatan Harlah lanjut dia, para jemaah juga bersama berdoa bersama untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh agar kondisi di sana segera pulih seperti sedia kala.
Menurutnya, hal ini adalah bentuk solidaritas dan rasa prihatin atas musibah yang merenggut korban jiwa hingga harta benda mereka.
“Karena mereka adalah saudara kita. Saudara seiman dan saudara sebangsa dan setanah air. Semoga segala aktivitas sosial, ekonomi dan agama di sana bisa kembali normal bahkan lebih baik dari sebelumnya,” harapnya.
Sementara Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur yang ikut dalam doa bersama memberikan apresiasi atas kepedulian Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso.
Menurutnya, pesantren dan santri memiliki peran penting khususnya dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Ia juga menegaskan bahwa pesantren menjadi benteng pertahanan atas kenakalan remaja. Menurutnya, pemuda yang ada di pesantren sangat beruntung. “Dari pagi sampai malam kan terarah (hidupnya, red),” katanya. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Imadudin Muhammad |