TIMES JATIM, PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengubah wajah peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026. Tak lagi sekadar pidato formal, acara disulap menjadi aksi nyata "Probolinggo Happy Walk SAE" di Alun-alun Kota Kraksaan, Sabtu (10/1/2026).
Ada ribuan warga, mulai dari ASN, pelajar, komunitas difabel, hingga jurnalis, berbaur tanpa sekat. Mereka bersama-sama memunguti sampah di sepanjang jalan Kota Kraksaan, termasuk Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris (Gus Haris) dan Ketua TP PKK, Ning Marisa Juwitasari Haris.
Aksi plogging ini bukan sekadar pencitraan, melainkan pesan keras bahwa persoalan sampah di Probolinggo sudah mencapai titik krusial yang menuntut perubahan perilaku, bukan sekadar regulasi di atas kertas.
"Persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan, tetapi perlu perubahan perilaku," tegas Gus Haris.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, mengungkapkan rencana ambisius untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin bergilir (roadshow).
"Kami akan gelar di 24 kecamatan secara bergilir. Edukasi harus dilakukan terus-menerus," ujar Roby.
Strategi "jemput bola" ke setiap kecamatan ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk memeratakan kesadaran lingkungan hingga ke pelosok desa, sekaligus memastikan manajemen sampah di tingkat lokal berjalan optimal.
Dengan dimulainya Probolinggo Happy Walk SAE 2026, Pemkab Probolinggo tampaknya sedang menyusun ulang strategi penanganan sampah: dari yang sebelumnya sentralistik dan administratif, menjadi partisipatif dan kultural. Kini, tantangan sebenarnya menanti—memastikan semangat "berburu sampah" ini tetap menyala saat acara serupa digelar di 23 kecamatan lainnya. (*)
| Pewarta | : Abdul Jalil |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |