TIMES JATIM, SURABAYA – Kodam V Brawijaya menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) pada Rabu, (26/2/2025) di Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, memimpin langsung rapat yang dihadiri oleh Kasdam V Brawijaya, Irdam, Kapoksahli, Danrem, Danrindam, para perwira menengah ahli, serta para komandan dan kepala satuan di jajaran Kodam V Brawijaya.
Dalam Rapim tersebut, Pangdam menyoroti pencapaian kinerja anggaran tahun 2024 yang cukup membanggakan. Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Kodam V Brawijaya mencapai 98,51.
Reformasi Birokrasi naik signifikan. Dari 65,74 pada 2023, menjadi 74,31 di tahun 2024. Daya serap anggaran pun hampir sempurna, 99,41%, dengan realisasi Rp4,17 triliun dari pagu Rp4,19 triliun.
Namun, tantangan ke depan tidak ringan. Anggaran tahun 2025 memang mengalami kenaikan 4% menjadi Rp3,85 triliun. Tapi ada kebijakan efisiensi yang harus dipatuhi. Setiap rupiah harus digunakan dengan bijak.
Pangdam menegaskan, tak boleh ada penyimpangan. Administrasi harus tertib. Pertanggungjawaban harus jelas.
Perhatian pada Kesehatan Prajurit
Selain anggaran, isu kesehatan prajurit juga mendapat perhatian. Saat ini, Kodam V Brawijaya memiliki 30.729 personel, terdiri dari prajurit dan PNS. Namun, angka kematian tahun 2024 cukup tinggi, mencapai 159 orang, terdiri dari 96 prajurit, 19 PNS, dan 44 anggota Persit.
Pangdam menginstruksikan para komandan satuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan prajurit, ini bukan sekadar tugas tambahan. Ini adalah tanggung jawab moral, mengingat tantangan tugas ke depan semakin berat.
"Catat dan pantau kondisi kesehatan prajurit. Mereka harus prima untuk menjalankan tugas negara," tegasnya.
Tugas ke Depan: Dari Ketahanan Pangan hingga Penanganan Stunting
Tantangan TNI AD semakin kompleks. Kodam V Brawijaya tidak hanya bertanggung jawab pada pertahanan, tapi juga kesejahteraan masyarakat.
Beberapa program prioritas yang harus didukung antara lain: Ketahanan pangan, Optimalisasi lahan: Program "Manunggal Air", pipanisasi untuk daerah sulit air.
Selain itu, Pembangunan fasilitas dasar: Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jambanisasi. Pelestarian lingkungan. Dukungan terhadap gizi dan penanganan stunting.
Untuk itu, Pangdam menegaskan pentingnya koordinasi. Pemerintah daerah dan sektor swasta harus dirangkul. Keberhasilan program-program ini bergantung pada sinergi semua pihak.
Mewujudkan Kodam V Brawijaya yang “PRIMA”
Pangdam menegaskan arah kebijakan Kodam V Brawijaya ke depan. Satu kata kunci: PRIMA.
Prajurit harus terlatih, terdidik, dan memiliki komitmen kuat.
"Dansat wajib melaksanakan pengawasan dalam pembinaan satuan. Kemampuan dasar harus terus diasah, menembak, fisik, dan bela diri. Pedoman pembinaan satuan harus dipatuhi," tegasnya.
Tidak hanya itu, peningkatan kesejahteraan juga menjadi perhatian. Tahun ini, program swakelola berhasil: 87 unit rumah dinas direhab 5 Koramil baru dibangun, 2 kantor baru berdiri, 1 kantor dan 1 fasilitas pendidikan direnovasi.
"Fasilitas yang lebih baik diharapkan meningkatkan motivasi prajurit dalam menjalankan tugasnya," ucapnya.
Peran Persit: Pendukung dan Penggerak Kesejahteraan Keluarga
Selain memberi arahan kepada Dansat, Pangdam juga memberikan pesan penting kepada Persit yang juga ikut hadir dalam pembukaan rapim tersebut.
Pangdam menyampaikan, menjadi istri prajurit adalah kebanggaan, tapi juga tanggung jawab. Dukungan terhadap tugas suami harus diimbangi dengan kreativitas dan inovasi.
"Menciptakan keluarga harmonis adalah kunci. Anak-anak prajurit harus tumbuh menjadi generasi berkualitas," pesannya.
Diakhir paparannya, Pangdam mengingatkan pentingnya pembinaan satuan, profesionalisme prajurit, serta penggunaan media sosial yang bijak, menghindari judi online, dan menjaga kesehatan.
Sementara itu, di tempat yang sama, Asrendam V Brawijaya Kolonel Inf Nova Ismailiyanto, selaku Ketua Panitia Rapim, menegaskan pentingnya pemahaman yang sama dalam pelaksanaan program kerja tahun 2025 di seluruh jajaran Kodam V Brawijaya.
"Di Rapim Kodam ini, seluruh Asisten Kodam memberikan penjelasan tentang pokok program kerja tahun anggaran 2025 di bidang masing-masing, sehingga menjadi satu pemahaman dalam tindak lanjutnya bagi unsur pimpinan di satuan Kodam V Brawijaya," ungkapnya.
Ia berharap melalui Rapim ini, seluruh jajaran dapat menyelaraskan strategi dan langkah konkret guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sinergi antar unsur pimpinan menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program-program yang telah dirancang demi kemajuan Kodam V Brawijaya.
Rapim ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jajaran Kodam V Brawijaya untuk semakin disiplin, akuntabel, dan siap menghadapi tantangan ke depan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kodam V Brawijaya Gelar Rapim 2025, Pangdam Tekankan Disiplin dan Efisiensi Anggaran
Pewarta | : Syarifah Latowa |
Editor | : Deasy Mayasari |