TIMES JATIM, BONDOWOSO – Kenaikan harga kedelai yang kini menembus Rp9.800 per kilogram mulai dirasakan pelaku usaha tahu di Bondowoso. Lonjakan harga bahan baku ini berdampak langsung pada biaya produksi dan keuntungan para perajin.
Pemilik pabrik tahu di Kecamatan Bondowoso, Adi Sucipto mengungkapkan, kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak sekitar satu bulan terakhir.
Awalnya, harga kedelai masih berada di kisaran Rp8.200 per kilogram, namun terus merangkak naik secara bertahap.
“Kenaikannya sedikit-sedikit, Rp100 per kilo, tapi terus naik,” kata Adi saat dikonfirmasi.
Adi menjelaskan, setiap hari ia membutuhkan hampir dua kuintal kedelai yang dibeli dari Pasar Tenggarang.
Bahan baku tersebut digunakan untuk memproduksi tahu yang dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional, toko-toko, hingga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Kami pakai kedelai impor,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Menurut Adi, kenaikan harga kedelai otomatis menekan keuntungan usaha. Namun, menaikkan harga jual tahu bukan pilihan mudah karena dikhawatirkan akan menurunkan daya beli masyarakat dan membuat konsumen beralih ke produsen lain.
Sebagai langkah bertahan, pihaknya memilih mengurangi ukuran tahu tanpa menaikkan harga jual.
“Misalnya biasanya satu adonan jadi 77 potong, sekarang jadi 80 potong,” jelas pria yang akrab disapa Cip itu.
Ia menegaskan, penyesuaian tersebut dilakukan agar harga tahu tetap mengikuti harga pasar. “Kalau langsung dinaikkan, kasihan pembeli. Bisa-bisa mereka pindah beli tahu di tempat lain,” katanya.
Meski kondisi usaha tertekan, Adi memastikan tidak akan mengurangi jumlah pekerja. Saat ini, pabrik tahunya mempekerjakan delapan orang karyawan yang tetap dipertahankan.
“Kenaikan harga kedelai ini sebenarnya sudah sering terjadi, bisa setahun sekali atau pas musim hujan,” tuturnya.
Adi menambahkan, kenaikan harga kedelai kali ini diduga dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Katanya karena dolar naik,” pungkasnya.(*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Imadudin Muhammad |