TIMES JATIM, MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan pentingnya penguatan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan yang digelar di tiga wilayah, yakni Kelurahan Blooto, Kelurahan Pulorejo, dan Kelurahan Surodinawan.
Penekanan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini menyebutkan bahwa persoalan sampah saat ini telah menjadi isu nasional yang harus ditangani secara serius dan terintegrasi. Kondisi tersebut diperparah dengan proyeksi bahwa banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas (over capacity) pada tahun 2028.
"Pak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah ini sangat krusial. Bahkan, diproyeksikan banyak TPA akan mengalami over capacity pada 2028. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam penanganannya," tegas Ning Ita, Jumat (6/2/2026).
Ning Ita menjelaskan, Pemkot Mojokerto telah lebih dahulu membangun budaya kebersihan lingkungan melalui Program Budaya RT Berseri. Program ini dinilai sejalan dengan Indonesia ASRI yang diperkuat pemerintah pusat sebagai gerakan nasional berbasis gotong royong.
"Kami sudah mendahului dengan Budaya RT Berseri. Ternyata Pak Presiden meluncurkan program ASRI yang fokus pada kebersihan lingkungan dan gotong royong. Ini tentu akan semakin memperkuat gerakan yang sudah kita bangun di tingkat bawah," jelasnya.
Terkait usulan dalam Musrenbang, Ning Ita menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus selaras dengan tema pembangunan daerah, yaitu meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan. Menurutnya, ketahanan tersebut dapat diperkuat melalui pengembangan potensi kelurahan serta penguatan budaya gotong royong.
"Musrenbang ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi, agar program pembangunan yang disusun benar-benar selaras dengan kebijakan daerah maupun nasional," pungkasnya.
Melalui Musrenbang kelurahan ini, Pemkot Mojokerto mendorong masyarakat menyusun usulan pembangunan yang mendukung kebijakan nasional. Selain penguatan sektor ekonomi, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan diharapkan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Dukung Program Indonesia ASRI
| Pewarta | : Thaoqid Nur Hidayat |
| Editor | : Deasy Mayasari |