TIMES JATIM, MALANG – Sektor pertanian masih menjadi salah satu tumpuan utama lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025, sebanyak 32,39 persen penduduk bekerja di Kabupaten Malang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menjelaskan bahwa sektor pertanian yang masuk dalam kategori sektor primer masih menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar, meski sektor jasa mulai mendominasi secara keseluruhan.
“Pekerja di sektor pertanian masih menempati porsi yang cukup besar, yakni sekitar 32,39 persen dari total penduduk bekerja di Kabupaten Malang,” terangnya.
Sektor primer sendiri mencakup pertanian, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian. Tingginya persentase pekerja di sektor ini dinilai tidak lepas dari kemudahan akses masuk bagi tenaga kerja, karena umumnya tidak memerlukan persyaratan keahlian khusus.
Besarnya jumlah pekerja di sektor pertanian juga berkaitan erat dengan tingkat pendidikan angkatan kerja di Kabupaten Malang. Dari hasil Sakernas 2025, tercatat lebih dari 61 persen angkatan kerja berpendidikan SMP ke bawah. Kondisi tersebut mendorong sebagian besar tenaga kerja memilih sektor-sektor yang relatif mudah dimasuki, termasuk pertanian.
“Struktur pendidikan angkatan kerja masih berpengaruh terhadap pilihan lapangan usaha,” kata dia.
Selain faktor pendidikan, karakteristik geografis dan kondisi alam Kabupaten Malang yang mendukung kegiatan pertanian turut memperkuat tingginya penyerapan tenaga kerja di sektor ini. Wilayah yang luas serta potensi lahan pertanian yang besar menjadikan sektor pertanian tetap relevan dan berperan penting dalam menopang perekonomian daerah.
Meski demikian, secara umum Sakernas 2025 mencatat sektor tersier atau jasa masih menjadi lapangan usaha terbesar dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 43,72 persen, disusul sektor sekunder sebesar 23,89 persen. Namun, sektor pertanian tetap menempati posisi strategis sebagai salah satu tulang punggung ketenagakerjaan di Kabupaten Malang. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Imadudin Muhammad |