https://jatim.times.co.id/
Berita

Ubaya Bangkitkan Potensi Wisata Sumber Gempong Mojokerto

Senin, 27 Desember 2021 - 10:14
Ubaya Bangkitkan Potensi Wisata Sumber Gempong Mojokerto Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa meresmikan Desa Wisata Sumber Gempong hasil pengembangan dari Tim Ubaya. (FOTO: Dok. Ubaya/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, SURABAYAUniversitas Surabaya (Ubaya) menggelar kegiatan Matching Fund untuk mendukung program dari Kemendikbudristek yang menciptakan kolaborasi antara insan dikti dan pihak industri.

Tim Ubaya memilih berkolaborasi dengan Sumber Gempong Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas Mojokerto untuk membantu desa tersebut menjadi desa wisata sekaligus pengembangan produk unggulan. Kegiatan ini juga mendapat bantuan pendanaan dari Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan oleh Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

Kegiatan Matching Fund tersebut sudah dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2021 mulai dari memberikan pelatihan mengelola produk unggulan, memberikan pelatihan kesenian sekaligus melatih anak-anak muda di desa untuk mengembangkan layanan di desa wisata.

Suasana-kemeriahan-pembukaan-Wisata-Sumber-Gempong.jpgSuasana kemeriahan pembukaan Wisata Sumber Gempong. (FOTO: Dok. Ubaya/TIMES Indonesia)

Yang terlibat dalam program Matching Fund yaitu mahasiswa, Dosen, Kepala Desa, Bumdes dan Masyarakat Desa Ketapanrame.

Matching Fund diselenggarakan oleh beberapa Fakultas di Ubaya yaitu Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi dan Fakultas Industri Kreatif.

Veny Megawati S.T., M.M., SCM. sebagai Ketua Pelaksana Matching Fund 2021 mengatakan, bahwa kegiatan ini berfokus pada pengembangan potensi wisata.

"Kami fokusnya tahun ini ke Wisata Sawah Sumber Gempong. Tujuannya apa, karena kalau sebuah destinasi wisata itu hanya pada satu titik aja maka keramaian itu terpusat. Maka akhirnya yang kita lakukan adalah kita mau menyebarkan wisata itu," tutur Veny, Senin (27/12/2021).

Veny menjelaskan bahwa Ubaya mengembangkan potensi wisata di Desa Ketapanrame yaitu pembuatan spot foto, pengadaan kostum, pengembangan budaya tari, studi banding, pelatihan video, pembuatan seragam dan wisata tersebut berkonsep edu tourism.

"Jadi wisata berbasis pendidikan maka kita membikin konsep Pojok Dolanan, yang isinya adalah permainan-permainan tradisional kemudian pengembangan budaya, tari itu kita lakukan untuk pengembangan wisata," jelasnya.

Ubaya mengembangkan wisata ini tidak setengah-setengah misalnya di Wisata Sawah Sumber Gempong yang terdapat Warung Tetedan.

Pelatihan tersebut mulai dari seleksi menu, pengembangan menu dan alat saji warung yang mempunyai ciri khas yaitu memiliki desain dari pengembangan kopi.

Wahana-yang-bisa-dinikmati-di-Wisata-Sumber-Gempong.jpgWahana yang bisa dinikmati di Wisata Sumber Gempong. (FOTO: Dok. Ubaya/TIMES Indonesia)

Selain itu juga, Ubaya memberikan pelatihan semacam konten video agar desa Ketapanrame mempunyai media promosi yang menarik dan bagus.

Pembinaan juga dilakukan untuk UMKM sekitar Desa Ketapanrame supaya produk-produk yang dihasilkan lebih memiliki ciri khas dari desa tersebut.

"Kami juga banyak melakukan pelatihan kepada UMKM disana pelaku industri untuk pusat oleh-oleh. Jadi kita mulai bikin seleksi menu kemudian inovasi produk kemudian bikin lomba kemudian membuat kemasan yang siap untuk dijual itu yang kita lakukan untuk UMKM nya," tutur Dosen Prodi Manajemen Ubaya ini.

Tim Ubaya melihat potensi dari Desa Ketapanrame yang begitu potensial yaitu produk dari kopi, melihat hal tersebut Ubaya langsung memberikan branding dari produk unggulan yaitu bernama Kopi Banggoel.

Mahasiswa Ubaya juga memberikan pembinaan sekaligus pelatihan untuk pelaku usaha Kopi Banggoel agar produk-produk tersebut lebih dikenal oleh masyarakat luas.

"Produk turunan dari Kopi Banggoel itu sendiri jadi mulai bikin kopi biji, kopi bubuk dan kopi yang dikemas dalam bentuk drip bag, kemudian kita bikin pelatihan barista, kemudian kita bikin es krim," jelas Veny.

Bukan hanya Kopi Banggoel, Wisata Sumber Gempong juga memiliki produk unggulan berupa jajanan yang sudah berinovasi misalnya arabica cookies, rangin cookies, nastar kelapa dan kaskara (teh buah kopi).

Tidak hanya pengembangan produk unggulan, Ubaya juga sekaligus mengembangkan homestay di area wisata Desa Ketapanrame sekaligus pelatihan ibu-ibu di desa untuk membuat produk dekorasi rumah.

Hasil-hasil dari pelatihan dan pembinaan tersebut yang dilakukan oleh Tim Ubaya akan ditampilkan di peresmian Wisata Sumber Gempong dan juga penutupan di acara Festival Desa Berdaya yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto pada 18 dan 19 Desember 2021.

Veny Megawati sebagai Ketua Pelaksana Matching Fund Tahun 2021 berharap mengenai pengembangan potensi Desa Wisata Sumber Gempong.

"Kami berharap Desa Ketapanrame bisa sustain atau berlangsung jangka panjang. Sebuah tempat wisata tidak bisa berdiam diri, warga pun harus berbenah, inovasi harus terus dilakukan, perbaikan-perbaikan dan konsistensi tetap dilakukan. Harapannya bisa menjadi sebuah wisata yang bagus, menjadi sustainable tourism dan community based tourism," bebernya. (*)

Pewarta : Shinta Miranda Sari (MG-242)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.