https://jatim.times.co.id/
Berita

Desa Banyuroto Sawangan Magelang Sukses Hasilkan Energi Alternatif dari Kotoran Sapi

Rabu, 26 Februari 2025 - 13:59
Desa Banyuroto Sawangan Magelang Sukses Hasilkan Energi Alternatif dari Kotoran Sapi Dari kotoran sapi-sapi inilah, biogas dihasilkan setelah diproses dalam digester. (FOTO: Hermanto/ TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MAGELANG – Desa Banyuroto adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Desa ini memiliki luas sekitar 622.130 hektar dan terletak di daerah perbukitan. Letak geografisnya mendukung untuk perkebunan.

Karena itu, mayoritas penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai petani dan hasil perkebunannya mampu menghasilkan hasil pertanian yang terkenal sepert,i tomat, cabai, kol, bawang, dan sawi.

Selain dikenal dengan hasil perkebunannya, masyarakat Desa Banyuroto terus berinovasi. Sejak 2017, mereka mengembangkan program biogas berbasis kotoran sapi.

Kepala Desa Banyuroto, Yanto menerangkan bahwa komitmen desanya dalam memanfaatkan biogas sebagai energi alternatif juga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Desa ini dianugerahi penghargaan Proklim Lestari, sebuah penghargaan untuk desa yang aktif dalam upaya pengendalian perubahan iklim.

Energi-Alternatif-dari-Kotoran-Sapi-b.jpgDigester rumah tangga yang digunakan untuk menampung kotoran sapi, dan kemudian menjadi biogas. (FOTO: Hermanto/ TIMES Indonesia)

Di Desa ini, Kotoran sapi yang ada ditampung dalam digester. Digester adalah wadah melingkar untuk penguraian, yang nantinya akan menghasilkan biogas. Biogas inilah yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.

Meski jumlah sapi di Banyuroto sempat mengalami penurunan karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), namun program biogas tetap berjalan lancar.

"Dari perkiraan 1.000 ekor sapi sebelum wabah, hanya sekitar 10 persen yang terdampak," ucap Yanto kepada TIMES Indonesia, pada Rabu (26/2/2025).

Yanto berharap, dengan adanya energi alternatif ini warganya tidak lagi bergantung dengan gas elpiji yang ada, yang terkadang sulit untuk didapatkan.

Selain itu, ia juga berharap adanya perhatian yang lebih dari pemerintah atau pihak lain, untuk memajukan usaha warganya ini. "Semoga segera ada pihak ke-3  yang bisa membantu, sehingga limbah ternak yang ada bisa dimanfaatkan untuk energi terbarukan," ucap Yanto berharap.

Sementara itu, Ketua kelompok pengelola biogas, Yanto, mengungkapkan bahwa, setiap digester berkapasitas enam kubik membutuhkan kotoran dari dua ekor sapi. Artinya, jika akan mencapai target yang lebih besar, perlu lebih banyak digester di setiap rumah tangga peternak.

Hingga 2027, desa ini menargetkan pembangunan 100 unit digester biogas sebagai solusi energi ramah lingkungan. Dengan keberhasilan ini, Banyuroto diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan energi terbarukan demi lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

"Kami akan berusaha mengajukan bantuan ke dinas terkait, menggunakan Dana Desa, atau mencari dukungan dari pemerintah pusat, agar target 100 unit digester dapat segera terealisasi," pungkas Yanto. (*)

Pewarta : Hermanto
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.