TIMES JATIM, BONDOWOSO – Pertamina Patra Niaga mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bondowoso setelah muncul keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan Pertamax di beberapa SPBU.
Keluhan tersebut terjadi pada Jumat (9/1/2026). Sejumlah warga mengaku kesulitan membeli Pertamax di beberapa titik karena stok sempat menipis.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir dilakukan penyesuaian distribusi Pertamax sesuai ketersediaan yang ada.
“Sebagai langkah normalisasi, dalam dua hari ke depan kami melakukan build up stock (penambahan pasokan) untuk memenuhi kebutuhan Pertamax di Bondowoso,” ujar Ahad melalui keterangan resminya, Minggu (11/1/2026).
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan alih suplai dari Terminal BBM Surabaya sembari menunggu tambahan suplai dari kapal yang dijadwalkan sandar pada 13 Januari.
Kapal tersebut membawa sekitar 2.000 KL Pertamax yang akan masuk ke Terminal BBM Tanjungwangi sebagai supply point Bondowoso.
Prioritas distribusi akan diarahkan ke SPBU yang dilaporkan mengalami keterbatasan stok. Terminal BBM juga dioperasikan 24 jam untuk memastikan kelancaran pasokan ke Bondowoso dan wilayah sekitarnya.
Di sisi lain kata dia, pengisian akan diprioritaskan untuk konsumen kendaraan, sementara pengisian non-kendaraan akan diminimalisir guna mencegah potensi penyalahgunaan seperti praktik pelansiran.
Ahad menegaskan, penguatan distribusi ini bertujuan agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh BBM dan tetap merasa aman terhadap ketersediaannya.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan.
“Apabila menemukan indikasi pelanggaran di SPBU maupun ketidaknyamanan pelayanan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135,” ucapnya. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |