https://jatim.times.co.id/
Berita

Tambah 7 Trash Barrier di Sungai, Warga Sambut Baik Upaya Pemkot Yogyakarta Kurangi Sampah

Minggu, 31 Agustus 2025 - 19:12
Tambah 7 Trash Barrier di Sungai, Warga Sambut Baik Upaya Pemkot Yogyakarta Kurangi Sampah Pemkot Yogyakarta memasang Trash Barrier di Sungai untuk menghalau sampah. (FOTO: Pemkot Yogyakarta)

TIMES JATIM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menambah pemasangan floating trash barrier atau alat penghadang sampah di sejumlah sungai besar di wilayah kota.

Penambahan ini bertujuan mempercepat proses pembersihan sampah dan menjaga kualitas lingkungan sungai yang kerap tercemar oleh limbah rumah tangga.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Yogyakarta, Very Tri Jatmiko, menjelaskan bahwa ada tujuh titik tambahan trash barrier yang akan dipasang di empat sungai utama.

“Rencana penambahan trash barrier ada tujuh titik, yaitu di Sungai Winongo, Code, Manunggal, dan Gajah Wong. Anggarannya sekitar Rp100 juta dari APBD Perubahan 2025, dan rencananya akan terealisasi pada November mendatang,” kata Very, Minggu (31/8/2025).

Efisiensi Pembersihan Sungai

Sebelumnya, DLH telah memasang empat trash barrier di Sungai Code dan Winongo, masing-masing di bagian hulu dan hilir. Dengan tambahan ini, sungai-sungai besar di Yogyakarta diharapkan lebih terkendali dari tumpukan sampah.

Menurut Very, fungsi trash barrier sangat penting untuk mencegah sampah menyebar sepanjang aliran sungai. “Alat ini bisa mempercepat pembersihan sungai oleh petugas ulu-ulu. Jadi lebih efektif dan efisien karena sampah terkumpul di satu titik,” tegasnya.

Ketua Pemerti Code, Totok Pratopo, turut mengapresiasi langkah Pemkot. Ia menyebut trash barrier di Sungai Code terbukti membantu dalam kegiatan bersih-bersih sungai.

“Meskipun belum sempurna, karena ketika arus deras sampah bisa lolos dari bawah, tapi ini sudah langkah maju yang patut diapresiasi. Harapannya ke depan bisa ditingkatkan lagi agar tetap berfungsi optimal saat banjir,” ujarnya.

Totok juga menyoroti kendala teknis di lapangan, terutama akses ulu-ulu ketika mengangkut sampah. “Di Jetisharjo misalnya, akses untuk membawa sampah dari sungai ke atas talud masih sulit. Kami akan usulkan adanya tempat penampungan sementara supaya lebih mudah,” jelasnya.

Respons Warga Kota Yogyakarta

Rencana pemasangan trash barrier tambahan ini mendapat sambutan positif dari warga. Siti Aminah (38), warga Kotagede, mengaku senang dengan program tersebut.

“Kalau sungai lebih bersih, lingkungan juga terasa nyaman. Saya sering lewat Sungai Gajah Wong dan kadang sedih lihat sampah menumpuk. Dengan ada penghadang sampah ini semoga sungai tidak lagi jadi tempat buang sampah sembarangan,” tutur Siti.

Sementara itu, Agus Santoso (45), warga Jetis, berharap program ini juga disertai edukasi masyarakat. “Alat ini bagus, tapi kalau warganya masih suka buang sampah ke sungai ya tetap akan penuh. Jadi harus ada penyadaran juga, biar sungai kita benar-benar bersih,” katanya.

Pemkot Yogyakarta menargetkan sungai-sungai besar di kota bisa lebih terawat dengan adanya tambahan trash barrier. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem sungai sekaligus mendukung program kota berwawasan lingkungan.

Dengan sinergi pemerintah, komunitas, dan warga, Yogyakarta diharapkan mampu menjadi contoh kota yang serius dalam mengatasi persoalan sampah sungai. (*)

Pewarta : A Riyadi
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.