Berita

Warga Indonesia di Australia Sukses Ikuti Coblosan Pemilu 2024

Selasa, 13 Februari 2024 - 05:15
Warga Indonesia di Australia Sukses Ikuti Coblosan Pemilu 2024 Suasana pemungutan suara Pemilu 2024 di Australia (Foto: istimewa)

TIMES JATIM, AUSTRALIA – Pesta demokrasi Pemilu 2024 untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif sukses digelar di tiga negara bagian Australia secara serentak, Sabtu (10/2/2024). Tiga negara bagian tersebut adalah Queensland. South Australia dan Sydney, New South Wales.

Pemungutan suara serentak ini di selenggarakan oleh Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Sydney, Queensland dan South Australia. Coblosan kali ini diadakan di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda di ketiga negara bagian tersebut.

Di NSW, TPS didirikan di Maroubra Junction Public School (MJPS), sementara di Queensland, TPS berlokasi di Islamic College, Brisbane. Adapun di South Australia, pemungutan suara berlangsung di State Library of South Australia.

Berbeda dari pemilu sebelumnya, kali ini pemungutan suara di NSW dilaksanakan di satu lokasi TPS yang luas, memungkinkan ribuan WNI hadir untuk menyalurkan hak suaranya. 

PPLN Sydney, dengan dukungan berbagai organisasi masyarakat Indonesia, bertekad menjadikan Pemilu 2024 sebagai 'Pesta Rakyat'. Acara ini juga dimeriahkan dengan bazaar yang menyajikan aneka makanan dan minuman khas Nusantara.

Meskipun cuaca mendung dan sempat disiram hujan deras pagi hari, antusiasme pemilih di NSW tetap tinggi, dengan antrean pemilih yang memadati gerbang MJPS sejak pukul 08.00 pagi. 

Pemungutan suara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 19.00 waktu setempat, mencakup kategori Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). 

Jelang penutupan TPS, kesepakatan antara Saksi Parpol, Paslon, dan Panwaslu menghasilkan perpanjangan waktu pemungutan suara karena antrean panjang pemilih DPTb dan DPK.

Pembukaan Tempat Pemungut Suara Luar Negeri (TPSLN) dihadiri Konjen RI Sydney Vedi Kurnia Buana, Ketua PPLN Sydney Juliati Maria Umboh, Ketua PANWASLU Sydney Endi Dharma, perwakilan Polri serta para saksi paslon dan parpol. 

Konjen Vedi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada PPLN Sydney, Panwaslu Sydney, jajaran POLRI, dan seluruh petugas TPS yang terdiri atas Petugas KPPSLN serta Petugas Ketertiban. Ia juga turut memberikan suaranya sebagai warga negara RI di Pemilu 2024.

PPLN Sydney di wilayah NSW mendapatkan dukungan dan bantuan pengamanan dari Tim Penasehat Keamanan Polri di bawah Brigjen. Pol Awal Chaeruddin, menjamin kelancaran dan keamanan selama proses pemungutan suara.

pemilu-2024-australia-02.jpg

Juliati Maria Umboh, Ketua PPLN Sydney, mengungkapkan data partisipasi pemilih dalam Pemilu 2024 yang menunjukkan angka yang mengesankan. 

Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 14.126 orang, dengan tambahan surat suara cadangan sebesar 2 persen dari total DPT, yang tersebar di tiga negara bagian: New South Wales (NSW), Queensland, dan South Australia. Selain itu, terdapat 1.279 pemilih dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Dalam wilayah kerja PPLN Sydney, terdapat 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dengan 18 TPS di NSW, 2 di Queensland, 2 di South Australia, dan 2 TPS Pos. Menurut Juliati Umboh, tingkat partisipasi pemilih di NSW diperkirakan mencapai sekitar 40 persen dari total 10.076 DPT. 

Pencapaian tersebut belum termasuk dengan daftar pemilih melalui POS yang dikirimkan berjumlah 2.591 pemilih. "Penghitungan suara akan dilakukan tanggal 14 Februari, bersamaan pelaksanaan pemilu di Indonesia," jelas Bu Juli, panggilan akrabnya. 

Sementara itu, di Queensland dan South Australia, terjadi peningkatan partisipasi yang signifikan. Di Queensland, dari 910 DPT, tingkat partisipasi mencapai 93 persen yang menggunakan hak suaranya, dan di South Australia, dari 570 DPT, tingkat partisipasi mencapai 100 persen, dengan seluruh kertas suara terpakai.

Seorang WNI di Sydney, Merry menyampaikan apresiasi kepada PPLN Sydney, KJRI Sydney, Panwaslu Sydney, dan seluruh petugas TPS. 

"Pemilu tahun ini berbeda dari lima tahun sebelumnya karena semua kegiatan berpusat di satu lokasi. Saya bahkan bisa mampir ke bazar dan menikmati aneka kuliner Indonesia seperti sate maranggi, martabak, dan lainnya. Kinerja seluruh petugas Pemilu 2024 patut diapresiasi," ujar Merry.

Pemilu 2024 ini tidak hanya menjadi ajang pesta demokrasi bagi WNI di Australia, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dan perayaan budaya melalui kegiatan bazar kuliner, menambah semarak suasana pemilihan.

pemilu-2024-australia-03.jpg

Antusiasme Tinggi di Queensland
Proses pemungutan suara Pemilu 2024 di Queensland, yang berlangsung di Islamic College of Brisbane, mencatatkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat Indonesia di wilayah tersebut. 

Menurut Adi Nugroho, anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney yang bertugas di Queensland, antusiasme pemilih sudah terlihat sejak pagi hari di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Adi Nugroho mengungkapkan bahwa meskipun kepadatan pemilih berkurang pada siang hari, namun menjelang sore, sekitar pukul 4 sore, terjadi peningkatan jumlah pemilih yang datang. Sebagian besar dari mereka adalah pemilih dalam kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang belum terdaftar sebelumnya.

Meski terjadi peningkatan jumlah pemilih pada sore hari, PPLN Sydney berhasil mengatur situasi dengan menerapkan sistem antrean. "Masyarakat juga patuh mengikuti aturan antrean, sehingga proses pemungutan suara berjalan dengan lancar dan tertib," ungkap Adi Nugroho.

Di Queensland, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat sebanyak 910 pemilih. Hingga penutupan TPS, total pemilih yang menggunakan hak suaranya mencapai sekitar 93 persen. Angka ini merupakan agregat dari jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya di TPS, meliputi DPT, DPTb, dan DPK.

Kesuksesan pemungutan suara di Queensland ini menunjukkan tingginya kesadaran dan partisipasi politik masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya dalam Pemilu 2024.

pemilu-2024-australia-04.jpg

Partisipasi Tinggi dan Antrean Panjang di Adelaide

Proses pemungutan suara Pemilu 2024 di Adelaide, South Australia, berlangsung lancar meskipun diwarnai oleh antrean yang cukup panjang. 

Faruq Ibnul Haqi, anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney yang bertugas di Adelaide, melaporkan bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pagi dan sore hari.

Faruq menjelaskan bahwa pada pagi hari, sebagian besar pemilih yang datang adalah mereka yang telah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara itu, pada sore hari, kebanyakan adalah pemilih dari kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Menurut Faruq, partisipasi masyarakat Indonesia di Adelaide sangat mengesankan. Total surat suara yang tersedia di TPS Adelaide adalah 570 lembar, ditambah dengan 2 persen surat suara cadangan. 

Namun, jumlah tersebut ternyata tidak mencukupi karena tingginya partisipasi pemilih. Akibatnya, diperkirakan puluhan pemilih tidak dapat memberikan suara mereka karena kehabisan surat suara.

Pemilu 2024 di Adelaide mencatatkan penggunaan surat suara 100 persen, sebuah rekor baru dalam sejarah pemilihan di kota ini. 

Antusiasme tinggi dari warga masyarakat Indonesia di Adelaide menunjukkan pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi. Faruq menambahkan bahwa beberapa warga masyarakat rela melakukan perjalanan sekitar 3.5 jam dari tempat tinggal mereka untuk datang ke TPS.

Keberhasilan pemungutan suara di Adelaide ini menegaskan komitmen dan semangat demokrasi warga Indonesia di luar negeri, serta menjadi bukti nyata dari pentingnya setiap suara dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Sebagai bagian penting dari proses pemilihan, penghitungan suara dijadwalkan akan berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney pada hari Rabu, 14 Februari 2024. 

Penghitungan ini akan dilakukan serentak dengan proses penghitungan suara yang berlangsung di Indonesia.

pemilu-2024-australia-05.jpg

Kesuksesan pemungutan suara di ketiga negara bagian ini menandai komitmen kuat warga negara Indonesia di luar negeri dalam berpartisipasi dalam proses demokrasi. 

Penghitungan suara yang akan dilakukan di KJRI Sydney diharapkan dapat berlangsung dengan transparansi dan akurasi yang tinggi, sejalan dengan proses pemungutan suara yang telah berjalan dengan baik.

Penghitungan suara ini merupakan langkah penting dalam menentukan hasil akhir Pemilu 2024, yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga negara Indonesia, baik yang berada di dalam maupun luar negeri. 

Proses ini diharapkan dapat mencerminkan kehendak rakyat secara adil dan jujur, sebagaimana diamanatkan dalam proses demokrasi. 

Meski berlangsung sukses, namun animo masyarakat secara keseluruhan menurun drastis dibandingan Pemilu 2019. Catatan TIMES Indonesia Pemilu 2019 daftar pemilih mencapai 25 ribu, sedang kali ini hanya mencapai 14 ribu lebih sedikit dan yang hadir hanya 40 persen. 

Selain itu lokasi TPS hanya satu lokasi sedangkan pemilu 2019 tersebar empat lokasi yang tersebar dan mencakup wilayah penyebaran warga indonesia tinggal.  Lokasi coblosan kali ini di Maraubra Jungtion Public School, berada di wilayah Timur Sydney.  

"Dengan segala pertimbangan PPLN menjadikan satu lokasi, sangat efesien.  Ini tentu belajar dari pemilu lalu," ujar Nyoman Budi, salah satu tokoh masyarakat Bali di Sydney. 

"Sekadar masukan untuk pemilu berikutnya, sebaiknya TPS ada di bagian Barat, Tengah, dan Timur. Sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan jarak. Ini mungkin yang menyebabkan angka keikutsertaa  pemilih tidak mencapai 50 persen," sambungnya. (*)

Pewarta : Sholihin Nur
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.