Berita

Perjuangan Lasran: Kisah Haru Bantuan TMMD Kodim 0812 Lamongan

Minggu, 25 Februari 2024 - 05:48
Perjuangan Lasran: Kisah Haru Bantuan TMMD Kodim 0812 Lamongan Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan saat menjenguk Lasran salah satu penerima pembangunan rutilahu menjadi rumah layak huni. (Foto : Syarifah Latowa/ TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, LAMONGAN – Lasran terbaring lemah di atas tempat tidur berukuran kurang lebih 90 x 200 cm. Ia tak berdaya. Sudah setahun lebih Ia menderita sakit lambung. Harusnya Ia sudah menjalani operasi yang ke empat kalinya namun bobot tubuhnya belum kunjung bertambah sebagai syarat untuk dilakukan operasi. 

"Ini sangat sakit. Saya sekarang buang air besar tak lagi melalui dubur tapi lewat perut," ujarnya lirih kepada Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Purbawan yang saat itu tengah melakukan peninjauan pembangunan rutilahu di daerah Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Sabtu (24/2/2024). 

Meski dalam kondisi sakit, ayah tiga anak itu mengaku bersyukur karena dirinya menjadi salah satu penerima bantuan pembangunan rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni. Program ini merupakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 0812 Lamongan tahun 2024 yang saat ini tengah berlangsung. 

"Saya sangat senang bisa mendapatkan bantuan ini. Terimakasih bapak-bapak TNI," ucapnya dengan suara terbata-bata menahan sakit. 

"Semoga saya lekas sembuh. Supaya bisa menempati rumah baru saya nanti," ucapnya.

Bedah-RUmah.jpg

Dandim Lamongan yang berdiri di hadapannya pun mengamini keinginan Lasran. "Saya berdoa semoga bapak segera sembuh. Kami usahakan mencari solusinya, sehingga bapa bisa dapat dioperasi," ujar Wira meyakinkan Lasran. 

Sesekali kedua tangan Lasran memegang perban yang menempel di perutnya. Lalu Ia mengatakan, "Apakah kalian mau melihat seperti apa kondisi perut saya? Kalau kalian kuat melihatnya, saya akan membuka perban ini."

Tak lama kemudian Ia membuka perban yang menutupi lubang di perutnya. 

"Ini sakitnya sangat luar biasa. Saya sebenarnya sudah tak kuat dengan sakit yang saya derita ini," ujarnya dengan nafas yang terengah-engah karena menahan sakit. 

Dandim Wira yang juga sebagai Dansatgas TMMD ke -119 di Lamongan sangat prihatin melihat kondisi Lasran. "Bapak bersabar dulu yah, kalau bobot tubuhnya sudah mencukupi maka bapak segera dioperasi," ucap Wira mencoba menenangkan Lasran. 

Sementara itu, Markama (44) istri Lasran yang berdiri tepat disamping Dandim mengungkapkan ucapan terimakasih kepada Dandim Lamongan yang telah menyempatkan diri menjenguk suaminya. 

"Saya sangat berterimakasih kepada pak Dandim yang telah menyempatkan diri menjenguk suami saya. Kondisinya memang sangat memprihatinkan. Tapi kami tidak berdaya. Persyaratan operasi, bobot badannya harus 45 kg lebih," ucapnya sambil mengernyitkan dahi.

Sambil menghela nafas, lalu menghembuskannya perlahan Markama melanjutkan ceritanya. "Sejak suami saya sakit. Kami kehilangan tulang punggung yang selama ini mencari nafkah untuk keluarga. Kini kami hanya berharap bantuan dari keluarga terdekat," ucapnya lirih.

Namun, kondisi itu tak membuat keluarga Lasran dan Markama berputus asa. Ia terus berjuang untuk kesembuhan suaminya agar pulih kembali seperti sediakala. 

Markama berharap semoga rutilahu yang saat ini tengah dibangun oleh Kodim Lamongan segera selesai, agar Ia dan keluarganya segera kembali ke rumahnya. Karena untuk sementara mereka numpang di rumah tetangga sebelah rumah.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 0812 Lamongan tahun 2024  di Kabupaten Lamongan resmi dibuka pada Selasa (20/2/2024) di lapangan Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Dengan mengangkat tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah" 

Dandim Wira Purbawan menyampaikan TMMD ke-119 ini dibagi menjadi dua sasaran, yakni kegiatan pembangunan fisik dan non-fisik.

Beberapa yang dilaksanakan di antaranya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.052 meter, pengerukan embung, dan pembangunan rumah tidak layak huni, sebanyak 10 unit RTLH.

Untuk kegiatan non-fisik, pelaksanaanya bekerjasama dengan Dinas OPD Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam bentuk giat penyuluhan, sosialisasi dan pemberian bantuan kepada masyarakat Desa Brengkok.

Pelaksanaan dengan sejumlah sasaran tersebut dikerjakan selama kurun waktu 1 bulan, mulai 20 Pebruari - 20 Maret 2024.

"Tidak ada hari libur atau tanggal merah. Jadi selama sebulan satgas TMMD harus selesai," kata Dandim.

Dandim menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lamongan yang telah mendukung TMMD ke-119 ini. Semoga ke depan dapat terus bersinergi untuk pemerataan pembangunan nasional, meningkatkan kesejahteraan, keadilan dan gotong royong serta dalam rangka memperkuat kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat.

Program TMMD adalah bentuk persatuan atau kemanunggalan dari berbagai pihak, untuk menguatkan simpul tali persatuan.

TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, memelihara dan meningkatkan persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan. (*)

Pewarta : Syarifah Latowa
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.