TIMES JATIM, MALANG – Nahdlatul Ulama (NU), organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, akan genap berusia satu abad pada 31 Januari 2026. Menyambut momentum bersejarah tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyiapkan rangkaian kegiatan kolosal yang memadukan kekuatan tradisi keagamaan dengan semangat modernitas, khususnya bagi Generasi Z.
Mengusung tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban”, peringatan Satu Abad NU di Jawa Timur tidak dirancang sekadar sebagai seremoni. PWNU Jatim ingin menjadikan transisi menuju abad kedua sebagai pijakan strategis untuk memperkuat peran NU di bidang sosial, ekonomi, kesehatan, seni, hingga teknologi.
Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jawa Timur, Prof. H. Masykuri Bakri, mengungkapkan bahwa rangkaian acara akan berlangsung maraton selama satu bulan penuh. Kick off kegiatan diawali dengan Sarasehan Pesantren dan Kebangsaan yang digelar di Universitas Islam Malang (Unisma) pada 7 Januari 2026.
Forum tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Agama RI, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), serta para pengasuh pesantren besar, di antaranya Pesantren Tebuireng Jombang dan Bayt al-Hikmah Pasuruan.
Rangkaian berikutnya adalah agenda Ziarah Muassis yang dilaksanakan pada 24–25 Januari 2026. Ziarah kali ini dikemas secara sistematis dan serentak. Pada hari pertama, seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Timur melakukan ziarah ke makam tokoh NU di daerah masing-masing. Pada hari kedua, rombongan PWNU Jatim memusatkan ziarah ke Jombang untuk menyambangi makam para pendiri NU, seperti KH M. Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, hingga KH Romli Tamim.
Aspek seni dan sejarah juga mendapat ruang khusus melalui pameran seni rupa bertajuk “Mangsa Kalasubo” yang digelar di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Balai Pemuda Surabaya, mulai 30 Januari hingga 8 Februari 2026. Pameran ini menampilkan karya para maestro seni rupa nasional, di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Acep Zamzam Noor, dan Nasirun.
Sebagai pelengkap, panitia juga menggelar Historical Trips pada 30 Januari 2026 yang menyusuri jejak kelahiran NU, mulai dari kawasan Kertopaten, Bubutan, hingga Ampel, Surabaya.
“Tepat pada 31 Januari 2026, bertepatan dengan hari lahir Nahdlatul Ulama, kami juga menggelar aksi sosial berupa pengobatan dan layanan kesehatan gratis di seluruh rumah sakit NU dan klinik NU se-Jawa Timur,” ujar Prof. Masykuri.
Memasuki bulan Februari, pusat kegiatan bergeser ke Kampung Cokelat, Blitar. Selama tiga hari, pada 5–7 Februari 2026, PWNU Jatim menggelar NUConomic sebagai etalase kekuatan ekonomi NU. Kegiatan ini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan UMKM, hilirisasi pertanian, dan filantropi.
Di lokasi yang sama, NU juga menyasar generasi muda melalui Festival GenZI-NU. Agenda ini menggandeng Google Indonesia untuk menggelar Digital dan AI Bootcamp, sekaligus menghadirkan berbagai lomba literasi kitab kuning dan kompetisi kecerdasan buatan.
Nuansa religius dan hiburan tetap mewarnai rangkaian kegiatan di Blitar. Mengaji bersama Gus Iqdam dijadwalkan pada 5 Februari, dilanjutkan Lailatul Hadrah Ishari pada 6 Februari, dan ditutup dengan Konser Amal bersama Alma Esbeye pada 7 Februari 2026.
Sebagai puncak rangkaian peringatan Satu Abad NU PWNU Jawa Timur, Mujahadah Kubro akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 8 Februari 2026. Sekitar 40.000 nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur diperkirakan akan memadati stadion.
Ritual ibadah akan dimulai sejak pukul 03.00 WIB dengan Ijazah Kubro dan salat Subuh berjemaah, sebelum ditutup dengan seremoni akbar yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia serta jajaran pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Melalui rangkaian kegiatan lintas sektor dan lintas generasi ini, PWNU Jawa Timur menegaskan kesiapan Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua dengan fondasi tradisi yang kokoh serta orientasi kuat pada pembangunan peradaban masa depan. (*)
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |