Pemkab Sidoarjo Gencarkan Normalisasi Sungai di Musim Kemarau
Antisipasi banjir tahunan, Pemkab Sidoarjo optimalkan musim kemarau untuk gencar melakukan normalisasi sungai, pengerukan sedimen, dan pembersihan sampah di sejumlah titik strategis.
SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir tanpa menunggu datangnya musim penghujan. Saat ini, proses normalisasi sungai dan afvour (saluran pembuangan air) mulai digencarkan dengan mengeruk sedimentasi serta membersihkan sampah.
Langkah taktis ini dilakukan agar kapasitas sungai tetap terjaga dan mampu menampung limpasan air secara optimal saat musim hujan tiba.
Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo, Prayitno menyatakan, musim kemarau merupakan waktu paling efektif untuk melakukan normalisasi sungai. Penurunan debit air membuat proses pengerukan sedimen, pembersihan sampah, hingga penataan alur sungai dapat berjalan maksimal.
"Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang sepanjang kurang lebih empat kilometer. Pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga bulan," kata Prayitno, Selasa (14/7/2026).
Prayitno menjelaskan, normalisasi sungai tidak hanya sebatas mengeruk endapan tanah. Petugas di lapangan juga membersihkan sampah yang menghambat aliran air, memangkas tumbuhan liar yang mempersempit badan sungai, hingga melakukan penguatan pada bibir sungai demi menjaga kestabilan konstruksi.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Sidoarjo untuk mengurangi risiko banjir tahunan di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, agenda normalisasi ini terus dirutinkan tanpa harus menunggu musim penghujan.
Prayitno berharap seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi optimal ketika intensitas hujan mulai meningkat. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa upaya pemerintah tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa adanya dukungan dari masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Normalisasi sungai merupakan salah satu upaya Pemkab Sidoarjo mencegah banjir. Namun, persoalan banjir tidak akan pernah selesai jika kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai masih rendah," tegasnya.
Sebaran Titik Normalisasi Sungai
Dalam giat yang berlangsung Selasa (14/7/2026), Satgas Alat Berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Petugas juga membersihkan saluran Porong Kanal di Kelurahan Porong, Mangetan Kanal di Desa Dungus, serta menormalisasi anak Afvoer Kedunguling di Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.
Sementara itu, Satgas Afvoer yang dibagi ke wilayah Kota Sidoarjo, UPTD Trosobo, Prambon, Porong, dan Sumput bergerak serentak membersihkan sejumlah saluran irigasi.
Pembersihan tersebut menyasar Afvoer Kedunguling di Desa Larangan, Afvoer Buntung di Desa Balongbendo dan Desa Wadungasri, Afvoer Kepucang di Desa Jimbaran, Afvoer Gedek di Desa Wates, Afvoer Ngingas di Desa Balongtani, Afvoer Kedungkampil di Desa Kedungsulo, Afvoer Bulubendo di Desa Sawotratap, Afvoer Sumber di Desa Kloposepuluh, Afvoer Karangbong 2 di Desa Wadungasih, Afvoer Botokan atau Sinir di Desa Pepelegi, serta Afvoer Jemundo di Desa Kedungturi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

