Cek Kesiapan Mudik 2026, Komisi V DPR RI Tinjau Bandara Juanda dan Terminal Purabaya
Komisi V DPR RI meninjau kesiapan mudik Lebaran 2026 di Terminal Purabaya dan Bandara Juanda. Fokus perbaikan jalan berlubang dan proyek KRL Surabaya-Sidoarjo.
SIDOARJO – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik untuk mengecek kesiapan infrastruktur transportasi di Jawa Timur, Senin (23/2/2026). Dua simpul vital, yakni Terminal Purabaya dan Bandara Internasional Juanda, menjadi fokus utama peninjauan.
Kedatangan rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, ini disambut oleh Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, serta Direktur Prasarana Transportasi Jalan (DPTJ) Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Toni Tauladan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Ridwan Bae menegaskan komitmen Komisi V untuk menampung aspirasi daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan di sektor perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga pembangunan desa.
“Melalui forum ini, kami berharap tidak ada lagi jalan berlubang, baik jalan kabupaten, provinsi, maupun nasional. Sebab jika terjadi kecelakaan, tanggung jawab ada pada pemegang kewenangan masing-masing. Lewat rakor ini, kita tampung aspirasi mana yang perlu didukung pusat,” tegas Ridwan.
Strategi Transportasi Jawa Timur
Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai gerbang perekonomian kawasan Timur Indonesia. Oleh karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai sangat krusial, terutama dalam peningkatan kualitas jalan nasional maupun provinsi.

Adhy memaparkan, saat ini tingkat kemantapan jalan nasional di Jatim telah mencapai 98 persen, sementara jalan provinsi berada di kisaran 86 persen. Menghadapi proyeksi lonjakan jutaan pemudik pada Lebaran 2026, Pemprov Jatim terus mematangkan kesiapan moda darat, laut, hingga udara.
“Rencana strategis kami adalah proyek Kereta Rel Listrik (KRL) Surabaya–Sidoarjo yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Pengembangan moda transportasi berbasis rel lainnya juga terus disiapkan untuk mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan,” ujar Adhy.
Keluhan Infrastruktur Sidoarjo
Di sisi lain, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan persoalan infrastruktur yang mendesak di wilayahnya. Ia menyoroti kondisi jalan rusak dan titik banjir yang masih sering dikeluhkan masyarakat.
“Hampir setiap hari kami menerima aduan masyarakat terkait jalan berlubang dan banjir. Kami berharap ada dukungan penuh dari pusat untuk menjawab keluhan warga, serta mempermudah akses transportasi di Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Mimik.
Kunjungan kerja ini menjadi sinyal kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan kesiapan infrastruktur menjelang puncak arus mudik 2026. Fokus utamanya adalah memastikan keamanan pengguna jalan dengan menuntaskan persoalan klasik seperti jalan berlubang dan banjir di jalur-jalur utama. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



