Sajian Praktis Ramadan, Dendeng Ragi Ruchita Ponorogo untuk Lauk Sahur dan Buka
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kesibukan di dapur warga Kabupaten Ponorogo mulai meningkat
PONOROGO – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kesibukan di dapur warga Kabupaten Ponorogo mulai meningkat.
Di tengah tuntutan menyiapkan hidangan yang cepat namun bergizi, Dendeng Ragi Ruchita muncul sebagai primadona. Kuliner khas Bumi Reog ini kini menjadi buruan warga sebagai stok lauk praktis untuk santap sahur maupun berbuka puasa.
Dendeng ragi bukanlah sekadar olahan daging biasa. Dendeng ragi ini perpaduan antara daging sapi pilihan dengan parutan kelapa berbumbu rempah menciptakan harmoni rasa gurih-manis yang tahan lama tanpa perlu pengawet buatan.
Kunci Keistimewaan
Keunggulan utama dari Dendeng Ragi Ruchita terletak pada pemilihan bahan bakunya. Berbeda dengan dendeng pada umumnya yang terkadang terasa alot, Ruchita memastikan tekstur dagingnya tetap empuk dan meresap hingga ke serat terdalam.
Pemilik usaha Dendeng Ragi Ruchita mengungkapkan bahwa rahasia kelezatan produknya bermula dari ketegasan dalam memilih supplier daging.
"Kami hanya menggunakan daging sapi pilihan bagian paha belakang yang minim lemak. Ini penting agar saat proses memasak yang lama, daging tidak hancur dan saripatinya tetap terjaga," ujar Ruchita, kepada TIMES Indonesia, Senin (23/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa proses penyangraian kelapa dilakukan secara tradisional untuk mendapatkan aroma yang khas dan daya simpan yang lebih lama.
"Untuk sahur, ini sangat praktis. Cukup nasi hangat dan dendeng ragi, nutrisi proteinnya sudah terpenuhi," tambahnya.
Bagi masyarakat urban di Ponorogo dan sekitarnya, memiliki stok lauk kering seperti dendeng ragi adalah strategi jitu.
Saat waktu sahur yang mepet, atau ketika lelah setelah seharian beraktivitas dan harus menyiapkan buka puasa, dendeng ragi menjadi penyelamat meja makan.
Selain rasa original, Dendeng Ragi Ruchita juga mempertahankan resep warisan yang membuat bumbunya terasa "nendang" di lidah, namun tetap ramah di lambung bagi mereka yang baru saja berbuka.
Ruchita pun mematok harga per-tupperwer berisi setengah kilogram lebih satu ons, dengan harga Rp130 ribu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



