Posko Logistik Kolektif Aksi Mahasiswa di Malang: Makanan Gratis Tanpa APBN, Sindir Program MBG
Di tengah aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Malang, berdiri sebuah posko logistik yang membagikan makanan dan minuman gratis kepada peserta aksi.
Malang – TIMES INDONESIA, MALANG – Di tengah aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang BerGerak (MBG) di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/6/2026), berdiri sebuah posko logistik yang membagikan makanan dan minuman gratis kepada peserta aksi. Namun, keberadaan posko tersebut bukan sekadar bentuk solidaritas, melainkan juga menjadi sindiran terbuka terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.
Posko logistik itu diinisiasi oleh Donatur Kolektif, sebuah kelompok relawan yang menghimpun bantuan dari masyarakat untuk mendukung aksi mahasiswa yang digelar oleh BEM Malang Raya bersama berbagai perguruan tinggi di Kota Malang.
Perwakilan Donatur Kolektif, Azelia mengatakan, dukungan logistik yang diberikan sepenuhnya berasal dari donasi masyarakat tanpa melibatkan anggaran pemerintah.

“Jadi ini kali kedua kami ada di sini. Kemarin hari Senin kami juga sudah support aksi yang dilakukan sama teman-teman. Dan hari ini karena ada aksi lagi, kami juga mendirikan posko logistik,” ujar Azelia, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan logistik diperoleh dari penggalangan dana dan bantuan yang disebarluaskan melalui media sosial.
“Ini semua biayanya murni dari donasi teman-teman. Kami posting di Instagram dan Threads, kemudian banyak yang ikut bantu. Kirim makanan, minuman, sampai kue. Dari tadi enggak berhenti yang kirim ke basecamp kami di Soekarno-Hatta dan juga ke posko di sini,” ungkapnya.
Di posko tersebut, relawan menyediakan sekitar 200 porsi nasi kotak, aneka minuman, buah-buahan, serta berbagai camilan dan jajanan pasar untuk peserta aksi.
“Nasi kotak kita sediakan sekitar 200 porsi. Kemudian minuman, buah, snack juga ada banyak. Masih ada yang akan datang juga seperti jajanan pasar dan donat,” jelasnya.
Menurut Azelia, kehadiran posko logistik tersebut bertujuan untuk mendukung mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi mereka di jalanan.
“Mereka sudah berorasi menyampaikan aspirasi. Nah kami punya tenaga, waktu, dan finansial untuk membantu menyediakan makanan dan minuman untuk mereka,” tuturnya.
Menariknya, Azelia tidak menampik bahwa konsep konsumsi gratis yang mereka hadirkan memang mengandung pesan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis yang belakangan menjadi salah satu sasaran protes mahasiswa.
“Oh iya, benar. Kemarin hari Senin kami tempel tulisan-tulisan seperti ‘Ini dari rakyat untuk rakyat’ dan ‘makanan beneran gratis’. Itu memang sindiran untuk pemerintah,” ucapnya.
Pada aksi sebelumnya, sejumlah tulisan bernada satir juga terpampang di area posko logistik. Narasi tersebut menekankan bahwa makanan yang dibagikan kepada peserta aksi berasal dari solidaritas masyarakat, bukan dari pajak atau anggaran negara.

Sindiran tersebut sejalan dengan salah satu isu yang diangkat mahasiswa dalam demonstrasi. Massa Aliansi Malang BerGerak menilai program Makan Bergizi Gratis perlu dievaluasi karena dinilai menimbulkan berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.
Hingga aksi berlangsung, posko logistik terus menjadi tempat persinggahan mahasiswa yang datang silih berganti. Makanan, minuman, dan berbagai bantuan dari masyarakat terus berdatangan sebagai bentuk dukungan terhadap aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Malang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

