Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kemenkes, drg. Sulvy Dwi Anggraini (dua dari kanan) menyampaikan hasil verifikas penilaian STMB 5 Pilar di Pendopo Delta Wibawa. (Foto: Dok. Kominfo)

100 Persen Warga Tak Lagi BAB Sembarangan, Sidoarjo Raih Predikat STBM 5 Pilar

Kabupaten Sidoarjo meraih predikat STBM 5 Pilar dari Kemenkes setelah mencatatkan 100 persen bebas BABS dan peningkatan kesadaran sanitasi masyarakat.

TIMES Jatim,Kamis 23 Juli 2026, 20:04 WIB
343
S
Syaiful Bahri

SIDOARJOPerubahan perilaku masyarakat menjadi modal utama Kabupaten Sidoarjo meraih predikat Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Indikator utama capaian ini adalah penghentian total praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang kini telah mencapai 100 persen di seluruh kepala keluarga.

Capaian tersebut diraih setelah tim verifikasi lapangan Kemenkes melakukan penilaian di 12 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kecamatan. Hasil penilaian mengantarkan Sidoarjo sebagai daerah kelima dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil menyandang status STBM 5 Pilar.

Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kemenkes, drg. Sulvy Dwi Anggraini, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menunjukkan pengelolaan sanitasi di Sidoarjo tidak lagi bergantung pada program pemerintah semata, melainkan didorong oleh kesadaran masyarakat.

"Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa," ujar Sulvy saat menyampaikan hasil verifikasi di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (23/7/2026).

Capaian Indikator Sanitasi dan Komitmen Pemkab Sidoarjo

Selain bebas dari praktik BABS, hasil verifikasi mencatat 97 persen kepala keluarga di Sidoarjo telah terbiasa mencuci tangan memakai sabun.

Selanjutnya, sebanyak 89 persen keluarga telah mengelola air minum dan makanan rumah tangga secara aman, 83 persen mengelola sampah rumah tangga dengan baik, serta 72 persen telah menerapkan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman.

Menurut Sulvy, capaian tersebut mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang dibangun secara konsisten melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan partisipasi aktif warga.

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa predikat STBM 5 Pilar merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen. Menurutnya, penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk menjaga budaya hidup bersih secara berkelanjutan.

"Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. STBM harus menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang sejahtera," kata Subandi.

Ia juga menginstruksikan para camat, kepala desa, lurah, hingga jajaran puskesmas untuk terus mengawal penerapan perilaku hidup bersih di wilayah masing-masing.

"Sebagai daerah berkepadatan penduduk tinggi, menjaga kualitas sanitasi membutuhkan komitmen berkesinambungan. Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya berhenti setelah meraih penghargaan, tetapi kolaborasi ini harus terus dijaga agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Syaiful Bahri
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.