53 Pelajar Kabupaten Malang Bersaing di Ajang OSN-P SMP/MTs 2026
Sebanyak 53 pelajar Kabupaten Malang menjadi peserta Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi (OSN-P) Jawa Timur jenjang SMP/MTs sederajat tahun 2026, yang dilaksanakan secara daring.
MALANG – Para siswa-siswi tampak serius di depan layar monitor komputer masing-masing, di Aula Panji Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kamis (23/7/2026).
Mereka adalah peserta Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi (OSN-P) Jawa Timur jenjang SMP/MTs sederajat tahun 2026, yang dilaksanakan secara daring.
"Pelaksaan OSN-P secara daring ini dilaksanakan tiga sesi sesuai mapel. Sesi pertama untuk mapel Matematikan, dilanjutkan IPA dan IPS," terang Kasi Kesiswaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Muthoharoh, Kamis (23/7/2026) siang.
Waktu yang diberikan untuk pengerjaan soal setiap mapel OSN berbeda-beda. Pada mapel Matematika, waktu pengerjaan selama 2 jam 30 menit. Sedangkan untuk IPA dan IPS, masing-masing dalam waktu 1 jam 30 menit.
Meski dilaksanakan secara daring, setiap peserta OSN-P terpantau langsung kamera aktif yang ditempatkan di belakang mereka. Live kamera ini juga langsung terkoneksi dengan server pusat sehingga terpantau langsung selama tes berlangsung.
Dikatakan, pelaksanaan OSN-P 2026 ini menindaklanjuti Surat Kepala Pusat Prestasi Nasional sebelumnya, terkait pengumuman Hasil OSN Kabupaten/Kota Jenjang SMP/MTs/Sederajat tertanggal 10 Juli 2026.
Sesuai daftar peserta Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) SMP/MTs, tercantum 53 nama peserta. Beberapa di antaranya, tercatat siswa dari sekolah/madrasah dengan jumlah peserta dua siswa bahkan lebih.
Di antaranya, SMP Ar Arohmah IIBS Dau, masing-masing dua peserta dari SMPN 3 Kepanjen, MTsN 3 Malang, SMPN 1 Ngantang, SMPN 2 Singosari, dan SMP Al Mahiira IIBS Malang.
Salah satu peserta OSN-P Jatim 2026 asal SMPN 5 Kepanjen, Sasi Kirana Rahmaniya mengatakan, soal olimpiade untuk mapel Matematika yang harus diselesaikannya lebih sulit dibanding sebelumnya saat tingkat Kabupaten Malang.
"Soal-soalnya lumayan sulit. Dari yang sudah diajarkan guru, hanya sebagian yang muncul saat OSN-P tadi," kata Sasi Kirana, beberapa saat usai mengikuti olimpiade.
Ia mengaku sudah berjuang maksimal, dengan mempelajari kisi-kisi soal juga pendampingan khusus latihan soal tiap hari di sekolah oleh guru mapel Matematika. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

