TIMES JATIM, PACITAN – SMPN 1 Donorojo, Kabupaten Pacitan resmi mengintegrasikan Kurikulum Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam kegiatan pembelajaran sekolah.
Program ini diterapkan untuk memperkuat pendidikan karakter, moral, dan spiritual siswa sejak dini.
Kepala SMPN 1 Donorojo, Mursito, mengatakan integrasi Madin menjadi bagian dari komitmen sekolah menghadirkan pendidikan yang seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan umum dan pemahaman keagamaan. Program tersebut mulai dijalankan pada semester ini.
“Sekolah tidak hanya bertugas mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan adab. Karena itu, pendidikan agama kami perkuat melalui integrasi Madrasah Diniyah,” ujar Mursito, Senin (19/1/2026).
Integrasi Madin di SMPN 1 Donorojo disusun secara sistematis dan menjadi bagian dari kurikulum sekolah.
Peresmian Integrasi Madin Di SMPN 1 Donorojo Pacitan. (Foto: Wira Handoko for TIMES Indonesia)
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Susanti Retno menjelaskan bahwa program ini mencakup lima mata pelajaran khas madrasah, yakni Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fiqih, Akidah Akhlak, Al-Qur’an dan Hadits, serta Bahasa Arab.
Menurut Susanti, pelaksanaan Madin tidak bersifat tambahan semata, melainkan dirancang agar berjalan efektif dan terukur. Kegiatan pembelajaran Madin dijadwalkan rutin setiap Selasa, Rabu, dan Sabtu.
“Kami atur teknisnya supaya siswa tetap fokus, tidak terbebani, dan pembelajaran bisa berjalan maksimal. Harapannya, pengetahuan agama mereka juga tumbuh seiring pelajaran umum,” jelasnya.
Melalui program ini, sekolah menargetkan penguatan karakter religius siswa, peningkatan literasi keagamaan—terutama kemampuan membaca Al-Quran dan memahami praktik ibadah—serta efisiensi waktu belajar tanpa harus mengikuti pendidikan agama di luar sekolah.
Mursito berharap integrasi Kurikulum Madrasah Diniyah dapat melahirkan lulusan SMPN 1 Donorojo yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap rendah hati, berakhlak baik, dan taat dalam kehidupan beragama. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |