https://jatim.times.co.id/
Ekonomi

Perjalanan Marliasih: Bangun Usaha Kerupuk dari Dapur Rumahan Hingga Buka Lapangan Kerja Bersama BTPN Syariah

Senin, 19 Januari 2026 - 12:03
Perjalanan Marliasih: Bangun Usaha Kerupuk Rumahan Hingga Buka Lapangan Kerja Bersama BTPN Syariah Marliasih, pengusaha kerupuk rumahan, Senin (19/1/2026). (Foto : Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, LAMONGAN – Berawal dari usaha kerupuk rumahan dengan modal Rp4 juta, Marliasih, perlahan mengubah keterbatasan menjadi harapan. Usaha kecil yang semula hanya menopang ekonomi keluarga itu kini tumbuh hingga membuka lapangan kerja bagi warga di sekitarnya. Ia menjadi satu dari ribuan perempuan yang mengalami transformasi kehidupan melalui pendampingan dan pembiayaan BTPN Syariah.

Perjalanan Marliasih membangun usaha dimulai pada 2017, saat warga Bandung Sekaran, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini memutuskan bergabung sebagai nasabah BTPN Syariah.

Dengan modal awal Rp4 juta, ia memulai usaha kerupuk yang dijalankan dari rumah, sederhana namun penuh tekad. Setiap hari, Marliasih mengaduk adonan, menggoreng, dan mengemas kerupuk dengan telaten, sembari belajar mengelola keuangan usaha kecilnya.

Seiring waktu, kepercayaan diri dan kapasitas produksi meningkat, sejalan dengan naiknya plafon pembiayaan hingga Rp9 juta. Tidak sekadar menambah modal, peningkatan ini memungkinkan Marliasih memperluas jangkauan usahanya dan meningkatkan kualitas produk. 

“Saya bersyukur dengan adanya pembiayaan yang diberikan oleh BTPN Syariah membuat usaha saya semakin berkembang,” ujar Marliasih, Senin, (19/1/2026).

Namun, menurut Marliasih, pembiayaan hanyalah satu sisi dari keberhasilan. Pendampingan rutin yang digelar dua minggu sekali oleh petugas BTPN Syariah menjadi momen penting. Di sela kegiatan kumpulan, para nasabah saling berbagi pengalaman, belajar mengelola keuangan, dan saling memberi semangat. Ruang ini, baginya, bukan sekadar tempat belajar bisnis, tetapi juga komunitas yang menumbuhkan solidaritas.

“Saya selalu disiplin hadir di kumpulan. Dengan adanya kumpulan, saya tidak merasa berjuang sendiri,” ucapnya.

Di balik setiap langkah usahanya, nilai-nilai perilaku unggul Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS) menjadi pondasi yang tak tergantikan. Konsistensi hadir di setiap kumpulan dan disiplin membayar angsuran bukan hanya kewajiban administratif, melainkan cerminan tanggung jawab dan komitmen atas kepercayaan yang diberikan.

Nilai-nilai ini, menurut Marliasih, menumbuhkan rasa percaya diri untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan bisnis dengan lebih matang. “Kami saling mendukung dan menginspirasi, tidak hanya belajar mengelola keuangan, tetapi juga mendapat pendampingan usaha," tuturnya.

Kini, usaha kerupuk yang dirintisnya telah membuka lapangan pekerjaan bagi dua warga sekitar. Dampaknya tidak hanya terasa pada ekonomi keluarga, tetapi juga menguatkan solidaritas sosial di komunitas lokal. Sang suami, Khoirul Anam, menambahkan bahwa keberhasilan istrinya tidak hanya memperkuat ekonomi rumah tangga, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan.

“Saya bangga atas kerja keras istri saya. Usahanya bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menguatkan kebersamaan antar ibu-ibu nasabah di sentra Bandung Sekaran,” katanya.

Di tingkat institusi, BTPN Syariah menempatkan perilaku unggul BDKS sebagai inti dari pendampingan nasabah, terutama di segmen ultra mikro. Menurut Priyono, Kepala Pembiayaan BTPN Syariah Area Lamongan, keterlibatan nasabah dalam kegiatan kumpulan menjadi pondasi utama.

“BTPN Syariah berkomitmen memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya perempuan, agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas hidup. Perilaku unggul BDKS menjadi inti pendampingan kami. Maka, kehadiran nasabah di kumpulan memegang peranan penting untuk memastikan manfaatnya diterima secara optimal,” ujarnya.

Hingga Desember 2025, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp70 miliar kepada sekitar 19 ribu nasabah di Kabupaten Lamongan, sebagian besar merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro. Pada 2024, 17 nasabah asal Lamongan bahkan diberangkatkan umroh sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan kedisiplinan mereka. Data ini memperlihatkan bahwa dampak program tidak hanya finansial, tetapi juga membangun motivasi dan harapan baru bagi masyarakat.

Kisah Marliasih menjadi potret nyata bagaimana pendampingan berkelanjutan mampu melahirkan perempuan tangguh di akar rumput. Dari dapur sederhana, usaha kecil yang ia jalani kini memberi dampak ekonomi dan sosial yang nyata. Lebih dari sekadar bisnis, perjalanan Marliasih menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, keberanian berusaha, dan konsistensi, setiap individu dapat menumbuhkan harapan, memperluas pengaruh positif, dan memberi makna lebih dalam pada kehidupan banyak orang. (*)

Pewarta : Moch Nuril Huda
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.