https://jatim.times.co.id/
Pendidikan

SMPN 1 Ngadirojo Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Negeri

Selasa, 06 Januari 2026 - 17:23
Satu-satunya di Pacitan, SMPN 1 Ngadirojo Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Negeri Pembelajaran Fiqih oleh guru Madin di SMPN 1 Ngadirojo. (Foto: Sinta Dinar for TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, PACITANSMP Negeri 1 Ngadirojo menjadi satu-satunya SMP negeri di Kabupaten Pacitan yang secara resmi mengintegrasikan Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam sistem sekolah. Program ini dijalankan untuk memperkuat pendidikan karakter dan pendalaman keagamaan siswa di tengah tantangan zaman.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha SMPN 1 Ngadirojo diresmikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Pacitan pada 31 Juli 2023. Sejak itu, Madin ini menjadi ciri khas sekaligus inovasi pendidikan karakter di lingkungan sekolah negeri.

Program Madin lahir dari inisiatif para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang kemudian mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah dan komite sekolah. Dorongan utama program ini adalah kebutuhan siswa akan pendalaman ilmu agama yang lebih sistematis, sekaligus aspirasi orang tua agar anak-anak mereka mendapatkan pendidikan umum tanpa kehilangan bekal keagamaan.

Integrasi Madrasah Diniyah di sekolah negeri ini juga menjadi jawaban atas kegelisahan banyak wali murid yang menginginkan suasana pendidikan ala pesantren, namun tetap berada dalam lingkungan sekolah formal.

Pelaksanaan Madin dilakukan setiap hari Sabtu. Mulai pukul 07.30 hingga 11.10 WIB, siswa mengikuti pembelajaran keagamaan secara intensif. Empat mata pelajaran utama diajarkan, yakni Al-Qur’an Hadis, Aqidah Akhlak, Fikih, dan Bahasa Arab. Seluruh materi dirancang untuk membentuk pemahaman agama yang utuh sekaligus aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sisi tenaga pendidik, Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha SMPN 1 Ngadirojo didukung 12 guru khusus berlatar belakang lulusan pondok pesantren. Dengan basis keilmuan tersebut, proses pembelajaran tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga tradisi keilmuan dan pembentukan adab.

Wakil Kepala Sekolah sekaligus guru PAI SMPN 1 Ngadirojo, Ali Musta’in, menegaskan bahwa Madin bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari visi besar sekolah.

“Tujuan didirikannya Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha SMP Negeri 1 Ngadirojo adalah membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” ujar Ali, Selasa (6/1/2025).

Ia berharap program ini dapat terus berjalan secara konsisten dan menjadi model pendidikan karakter di sekolah negeri. “Kami berharap Madin ini mampu mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” pungkasnya.

Terobosan SMPN 1 Ngadirojo ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah negeri lain di Pacitan untuk menghadirkan inovasi serupa dalam penguatan karakter peserta didik. (*)

Pewarta : Yusuf Arifai
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.