TIMES JATIM, MALANG – Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Malang pada tahun 2025 tercatat mencapai 73,86 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia kerja di Kabupaten Malang telah terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi, baik sebagai pekerja maupun pencari kerja.
Hal itu tercatat dalam Indikator Kesejahteraan Rakyat yang dirilis BPS pada awal Januari 2026. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini menjelaskan, TPAK merupakan indikator penting untuk melihat sejauh mana penduduk usia 15 tahun ke atas masuk ke dalam pasar kerja. TPAK menggambarkan persentase jumlah angkatan kerja dibandingkan total penduduk usia kerja.
“TPAK mengindikasikan besarnya penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi dan mencerminkan ketersediaan pasokan tenaga kerja dalam suatu wilayah,” terangnya.
Dengan capaian 73,86 persen, berarti dari setiap 100 penduduk Kabupaten Malang berusia 15 tahun ke atas, sekitar 73 orang di antaranya aktif secara ekonomi. Capaian ini menunjukkan peran signifikan penduduk usia kerja dalam menopang aktivitas ekonomi daerah.
Namun, jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Data BPS mencatat TPAK laki-laki mencapai 87,96 persen, sementara TPAK perempuan hanya sebesar 59,74 persen.
"Kesenjangan ini menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam pasar kerja masih relatif lebih rendah dibandingkan laki-laki," imbuhnya.
Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya ketimpangan dalam aktivitas perekonomian. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini adalah pandangan sosial yang masih berkembang di masyarakat, di mana mencari nafkah sering dianggap sebagai tanggung jawab utama laki-laki, sementara perempuan lebih banyak terlibat dalam aktivitas domestik dan pengelolaan rumah tangga.
Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya jumlah perempuan yang masuk ke pasar tenaga kerja, meskipun secara usia mereka termasuk dalam kelompok penduduk usia produktif.
"Padahal, peningkatan partisipasi angkatan kerja, termasuk dari kelompok perempuan, menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat pasokan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Imadudin Muhammad |