Buka Bimbel Sejak Semester 2, Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Konsisten Dampingi Hingga Semester 8
TIMES Jatim/Danish Giyani Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan yang membuka bimbel sejak semester dua hingga saat ini. (Foto: Jasmin Citra for TIMES Indonesia)

Buka Bimbel Sejak Semester 2, Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Konsisten Dampingi Hingga Semester 8

Berlokasi di Dusun Gunungcilik, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Danish Giyani membuka bimbingan belajar secara privat maupun kelompok kecil. Pesertanya anak-anak sekolah dasar di sekitar tempat tinggalnya.

TIMES Jatim,Minggu 22 Februari 2026, 19:35 WIB
766
Y
Yusuf Arifai

PACITANMahasiswa STKIP PGRI Pacitan, Danish Giyani, sudah membuka bimbingan belajar sejak semester dua kuliah. Kini, di semester delapan dan tengah menyusun tugas akhir, ia tetap konsisten mendampingi para siswanya belajar.

Danish, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), memulai bimbel dari tawaran sederhana tetangganya. Tanpa banyak rencana besar, ia mencoba. Ternyata berlanjut hingga sekarang.

Berlokasi di Dusun Gunungcilik, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, ia membuka bimbingan belajar secara privat maupun kelompok kecil. Pesertanya anak-anak sekolah dasar di sekitar tempat tinggalnya.

Motivasinya sederhana. Ia ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya, melihat nilai siswa meningkat atau anak yang awalnya kesulitan mulai paham materi, sudah menjadi kepuasan tersendiri.

“Karena ingin jadi hablum minan nas, bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Menjalankan kuliah, organisasi, sekaligus bimbel tentu bukan tanpa tantangan. Danish harus pandai membagi waktu. Jadwal perkuliahan dan kegiatan kampus ia sesuaikan dengan waktu belajar siswa.

Dalam proses belajar, ia juga tidak bisa memaksakan metode yang sama untuk semua anak. Ada siswa yang mudah fokus, ada pula yang lebih suka bermain. Di situlah ia harus kreatif.

Permainan seperti “ABC 5 Dasar” ia modifikasi menjadi sarana belajar. Ia juga memanfaatkan kuis online agar suasana lebih segar dan tidak membosankan.

Menurutnya, anak-anak akan lebih mudah menerima materi jika suasana hati mereka nyaman.

Danish berpesan, kunci utama belajar ada pada kemauan diri sendiri. Sulit atau mudah, semua harus dicoba.

Baginya, belajar adalah proses seumur hidup. Mau tidak mau, suka tidak suka, setiap orang akan selalu berhadapan dengan proses itu. Dan ia memilih menjadi bagian kecil yang membantu proses tersebut berjalan lebih ringan bagi siswanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.