Pendidikan

Teknindo Geosistem Unggul Kembali Jadi Sponsor Tunggal GEC ITS 2023

Sabtu, 02 Desember 2023 - 21:57
Teknindo Geosistem Unggul Kembali Jadi Sponsor Tunggal GEC ITS 2023 Tim juri dan Direktur Utama PT Teknindo Geosistem Unggul Wahyu P Kuswanda saat memantau peserta kompetisi GEC di Kampus ITS Surabaya, Sabtu (2/12/2023). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, SURABAYA – Lomba ilmu geoteknik Geotechnical Engineering Competition (GEC) kembali berlangsung. Tahun ini memasuki perhelatan ke-9 dan berlokasi di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (2/12/2023).

GEC 2023 tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kriteria penilaian lomba melalui beberapa tahapan. 

Sebelum perlombaan, peserta juga mendapat pembinaan berupa kuliah singkat matrikulasi agar mereka mendapatkan wawasan alternatif perancangan pada stabilitas lereng.

Peserta-adu-kemampuan.jpgPeserta adu kemampuan dalam mengaplikasikan alternatif perancangan pada stabilitas lereng, Sabtu (2/12/2023). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Peserta kemudian diminta untuk membuat perancangan dan model dinding penahan tanah. Juri melakukan uji kekuatan.

Model ini berfungsi untuk memperkuat lereng atau tanah dengan sudut yang tegak guna mengoptimalkan lahan.

Penilaian berdasarkan jumlah material jumlah bahan yang digunakan seminimal mungkin dengan hasil kekuatan struktur sekuat mungkin pada prototype. Skala permodelan itu masih termasuk dalam skala laboratorium.

Geotechnical-Engineering-Co.jpgTim juri bersama peserta Geotechnical Engineering Competition di Kampus ITS Surabaya, Sabtu (2/12/2023). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Tim mahasiswa jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Solo berhasil keluar sebagai pemenang.

Salah satu perwakilan tim, Mohammad Sahrul Rizki mengatakan motivasi mengikuti kompetisi ini.

"Supaya kita dapat melanjutkan geoteknik terutama bidang perlombaan ya di adik-adik kita," kata dia.

Mereka tak menampik tantangan kompetisi ini cukup sulit. Tim UNS menggunakan polimer sebagai bahan permodelan untuk memperkuat lereng agar tidak longsor.

"Karena metode-metode sebelumnya itu dia hanya metode konservatif tapi metode kayak terasering itu kan metode normal kita ingin mengekspresikan itu supaya dia lebih murah dan juga lebih aman," jelasnya.

EmsYahduh Aflahis Salam E, Panitia Geoteknikal Engineering Competition (GEC), menjelaskan GEC bekerjasama dengan perusahaan Geosistem dan juga didukung oleh Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia.

Total ada 35 tim dari berbagai macam perguruan tinggi di Indonesia. Untuk kriteria, ada penilaian, ada penilaian laporan saat penyisihan dan penilaian laporan untuk perencanaan prototype serta termasuk pengujian 

"Geotechnical Engineering competition (GEC) ini kebetulan lomba tahunan Sipil ITS yang sudah dilaksanakan ke-17 kali," ujarnya.

Perhelatan kompetisi bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang ilmu geoteknik. PT Teknindo Geosistem Unggul merupakan sponsor tunggal. 

Direktur PT Teknindo Geosistem Unggul, Wahyu P Kuswanda menjelaskan, kompetisi tersebut sejalan dengan visi misi perusahaan. 

"Kami ingin ikut berkontribusi pada perkembangan teknologi geoteknik di Indonesia. Nah dengan mengadakan kompetisi geoteknik, maka ini merupakan salah satu wujud misi Geosistem untuk ikut mengembangkan teknologi geoteknik di Indonesia," kata Wahyu di sela acara Geotechnical Engineering Competition (GEC) di ITS Surabaya.(*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.