TIMES JATIM, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) melalui Pusat Inovasi Jamu dan Biofarmaka resmi meluncurkan dua produk unggulan berbasis herbal, yakni Beatrixlim dan Magherb, hasil riset dan penelitian selama kurang lebih 10 tahun. Peluncuran produk inovasi UB ini berlangsung bertepatan dengan Sidang Pleno Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya, Senin (5/1/2026).
Sekretaris Pusat Inovasi Jamu dan Biofarmaka UB, Dinia Rizqy Dwijayanti, D.Sc., menjelaskan bahwa Beatrixlim merupakan obat herbal pelangsing yang diformulasikan untuk membantu meluruhkan lemak dalam tubuh. Produk ini hadir sebagai solusi atas tingginya kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan, terhadap obat pelangsing yang aman dan alami.
“Di luar sana masih banyak obat pelangsing berbahan sintetis. Beatrixlim hadir dengan bahan herbal alami yang sudah teruji, seperti jati belanda, kunyit, dan bahan herbal lainnya,” ujar Dinia.

Booth Beatrixlim dan Magherb di Gedung Samantha Krida (05/01/2026). (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Ia menambahkan, penggunaan Beatrixlim akan lebih optimal jika dibarengi dengan penerapan gaya hidup sehat serta olahraga teratur.
Sementara itu, produk herbal Magherb diformulasikan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan lambung, seperti perut kembung, mual, hingga muntah. Khasiat Magherb juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang menilai kebutuhan masyarakat terhadap obat lambung semakin meningkat seiring tingginya tingkat stres.
“Banyak masyarakat mengalami gangguan asam lambung, termasuk mereka yang hobi minum kopi atau sering begadang, yang dapat memicu peningkatan asam lambung,” ungkap Khofifah.
Dalam satu botol, Magherb maupun Beatrixlim berisi 60 kapsul. Kedua produk herbal ini sudah dapat dibeli oleh masyarakat melalui berbagai platform e-commerce maupun melalui tautan yang tersedia di bio Instagram @puijamuub. Harga normal produk dibanderol Rp399.000, dengan promo khusus Januari 2026 menjadi Rp299.000. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa sebanyak dua kali sehari setelah makan.
Dinia juga membagikan pengalamannya sebagai penderita GERD yang merasakan langsung manfaat Magherb. Ia mengaku gangguan lambung yang biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan pedas dapat mereda hanya dalam beberapa jam setelah meminum Magherb.
“Saya punya penyakit lambung parah. Biasanya setelah makan pedas rasanya panas, tapi setelah minum Magherb, beberapa jam kemudian sudah kembali normal,” tuturnya.
Ke depan, UB berharap Beatrixlim dan Magherb dapat menjadi produk andalan berbasis riset universitas. Selain obat herbal, Universitas Brawijaya juga meluncurkan produk parfum hasil riset kolaborasi dengan mitra strategis yang diberi nama Majamatara. (*)
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Imadudin Muhammad |