TIMES JATIM, JAKARTA – Ajang lari trail berskala nasional dan internasional, Dieng Caldera Race (DCR) 2026, mulai mematangkan persiapan dengan target ambisius. Penyelenggara membidik keikutsertaan hingga 2.500 pelari, meningkat signifikan dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Event Director Dieng Caldera Race, Mahendratta Sambodho, mengatakan proses persiapan terus berjalan seiring dibukanya pendaftaran sejak 1 November lalu. Pendaftaran diawali dengan skema early bird, dilanjutkan berbagai promo, dan kini telah memasuki fase harga reguler. Pada tahap awal, panitia membuka kuota 750 peserta.
“Antusiasme pada edisi sebelumnya mencapai sekitar 1.900 pelari. Dari situ kami optimistis target peserta tahun ini bisa tercapai,” ujar Mahendratta, Selasa (6/1/2026).

Tambi Tea Resort kembali dipercaya sebagai race central sekaligus pusat aktivitas peserta. DCR 2026 tetap mempertandingkan empat kategori jarak, yakni 10 kilometer, 25 kilometer, 45 kilometer, dan 85 kilometer, dengan sejumlah penyesuaian rute untuk meningkatkan kualitas pengalaman lomba.
Pada kategori 10 km dan 25 km, panitia melakukan penyesuaian jalur agar tingkat kesulitan lebih proporsional. Pada edisi 2026, pelari di kedua kategori tersebut akan melintasi satu puncak utama, Gunung Sindoro, yang menjadi daya tarik sekaligus tantangan khas Dieng.
Sementara itu, rute kategori 45 km dan 85 km relatif tidak berubah, meski untuk jarak 45 km diberlakukan penyesuaian cut off time (COT) yang dipersingkat satu jam.
Dieng Caldera Race 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juli 2026. Dalam pelaksanaannya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama panitia. Tim medis internal disiagakan di berbagai titik lintasan, dengan dukungan rumah sakit rujukan guna memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan sistem penanganan medis di lapangan. Keselamatan pelari menjadi prioritas utama,” tegas Mahendratta.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk melakukan persiapan fisik secara matang, memahami batas kemampuan diri, serta jujur terhadap kondisi tubuh masing-masing sebelum mengikuti lomba. Seluruh ketentuan teknis yang diterapkan, kata dia, dirancang semata-mata untuk menjamin keamanan peserta.
Selain fokus pada teknis penyelenggaraan, panitia juga membuka peluang kerja sama dengan sponsor dan mitra strategis untuk mendukung kesuksesan DCR 2026.
Dengan panorama alam Dieng yang ikonik, jalur Gunung Sindoro yang menantang, serta atmosfer dataran tinggi yang khas, Dieng Caldera Race 2026 diharapkan kembali menjadi magnet bagi komunitas trail run dari berbagai daerah. Untuk informasi lengkap, bisa disimak di web resmi DCR 2026, di diengcalderarace.com.
“Keindahan Dieng sudah menanti, Sindoro sudah menanti,” kata Mahendratta. (*)
| Pewarta | : Kurniawan Saputro |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |