Kue Dongkal Mama Vino, Kuliner Sehat Khas Betawi Favorit Warga Kepanjen Malang
Sebuah stan sederhana dengan banner berwarna hijau bertuliskan Kue Dongkal Mama Vino menawarkan jajanan tradisional khas Betawi berbahan dasar tepung beras, kelapa dan gula merah yang kini mulai jarang ditemui.
MALANG – Di antara deretan stan takjil yang menjajakan minuman segar dan jajanan kekinian, satu sudut di Pasar Takjil Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang justru menghadirkan suasana berbeda.
Sebuah stan sederhana dengan banner berwarna hijau bertuliskan Kue Dongkal Mama Vino menawarkan jajanan tradisional khas Betawi berbahan dasar tepung beras, kelapa dan gula merah yang kini mulai jarang ditemui.
Asap tipis dari kukusan dan aroma manis khas gula aren menguar dari kue berbentuk kerucut itu, mengundang perhatian para pembeli.
Menurut penjaga stan, Hendi Faulan Wijaya (19), dagangannya terus dikerubungi pembeli dikarenakan kerinduan pembeli atas kuliner tradisional.
“Banyak yang beli soalnya ini kan makanan tradisional, sudah jarang ditemui. Kue dongkal ini juga sehat karena tidak memakai bahan-bahan kimia,” jelasnya, Minggu (1/3/2026).
Lebih lanjut, Hendi juga menjelaskan bahwa Kue Dongkal Mama Vino ini telah berjualan sejak 8 tahun yang lalu.
Hingga saat ini Kue Dongkal Mama Vino sudah memiliki 6 cabang, yaitu di Karangploso, Singosari, Tunggulwulung, Gondanglegi, Turen, dan Bululawang.
Sementara itu, sang owner, Mia Nur Widayati, mengatakan bahwa ide berjualan kue dongkal berawal dari keinginannya untuk meneruskan usaha keluarga.

“Awalnya jualan untuk meneruskan usaha kakak saya yang ada di Tangerang, semua adik-adiknya disuruh buka cabang di kota masing-masing,” papar wanita 33 tahun itu.
Mia juga menuturkan bahwa Ia ingin menghidupkan kembali kuliner tradisional yang sehat, tanpa pengawet dan tanpa MSG (Monosodium Glutamat), agar tetap dikenal generasi muda.
Kue Dongkal Mama Vino dijual dengan dua varian rasa, yaitu rasa original dan pandan. Namun, Hendi menuturkan bahwa pembeli lebih menyukai rasa original.
“Hari Kamis lalu itu padat sekali pembeli, tapi yang original lebih banyak disukai. Kami sampai kehabisan bahan, jadi sebelum Maghrib sudah tutup,” jelasnya.
Kehadiran Kue Dongkal Mama Vino di Pasar Takjil Stadion Kanjuruhan menjadi bukti bahwa jajanan tradisional masih eksis di tengah gempuran kuliner modern.
Melalui rasa manis sederhana dan proses pembuatan tradisional yang masih dipertahankan tanpa tambahan bahan kimia, kue dongkal tak cuma menjadi pilihan takjil, tetapi juga sebagai simbol kekayaan kuliner Nusantara yang patut dijaga agar tetap lestari di tengah perubahan zaman. (*)
Pewarta: Dina Ayu Wahidiyanti
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



