Kopi TIMES

Edukasi Positif pada Anak Usia Produktif

Rabu, 11 Oktober 2023 - 10:37
Edukasi Positif pada Anak Usia Produktif Sri Wahyuni (Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dan Jurnalis Pers Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi)

TIMES JATIM, BANYUWANGI – Pendidikan merupakan salah satu terobosan paling penting dalam membimbing atau mendidik seorang anak. Baik itu pada anak usia dini, usia remaja maupun anak dewasa. Pendidikan menjadi sarana edukasi positif yang perlu diterapkan. Melalui metode pendidikan formal ataupun pendidikan informal.

Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang berstruktur dan berjenjang termasuk pada tingkatan SD, SMP, SMA atau SMK sampai perguruan tinggi. Sedangkan pendidikan informal lebih mengarah pada keluarga dan lingkungan seperti halnya berkaitan dengan budi pekerti, agama, keterampilan dan pola pikir sebagai upaya untuk mendewasakan seorang anak melalui sebuah pengajaran maupun pelatihan. 

Perlu diketahui pendidikan itu tidak harus melulu berbau formalitas. Tanpa disadari pendidikan informal justru yang bisa mensukseskan pendidikan yang sesungguhnya. Salah satunya adalah pendidikan di lingkungan keluarga. 

Salah seorang ilmuwan pernah berkata “Lingkungan keluarga merupakan pusat pendidikan yang utama, dan tidak berlebihan kiranya apabila dikatakan bahwa pusat pendidikan tertua adalah pendidikan dalam lingkup keluarga pendidikan dalam keluarga sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri.” 

Dapat kita fahami bahwa lingkungan keluarga sangat begitu berperan dalam proses perkembangan seorang anak. Karena keluarga menjadi bagian dari madrasah pertama bagi seorang anak.

Tanpa disadari peran orang tua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan perhatian. Mengapa peran orang tua sangat begitu penting? 

karena lingkungan keluarga menjadi paparan utama dan tersering bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang didalamnya. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang seorang anak pertama kali bisa dikatakan bermulai dari keluarga.

Salah satu metode dasar yang bisa dilakukan orang tua untuk bisa mensukseskan proses awal mendidik anak di lingkungan keluarganya adalah bagaimana orang tua harus bisa membangun pola komunikasi yang baik dengan anak-anaknya. 

Tanpa disadari komunikasi merupakan jalan paling peting dalam menjaga keharmonisan anak dengan orang tuanya. Hubungan antara orang tua dan anak harus bisa hangat, terbuka dan komunikatif, karena ini menjadi bagian dari cara efektif untuk lebih mudah dalam proses mengawali pendidikan.

Peran orang tua dalam mendidik anak akan tercapai apabila mereka telah mempersiapkan diri untuk menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya. Hal yang harus dilakukan adalah mendidik kepribadiannya sendiri terlebih dahulu. Sebab yang terpenting dalam pendidikan keluarga adalah keteladanan orang tua sebagai pendidik salah satunya harus terdidik. 

Sejak anak usia dini sampai dewasa yang mereka saksikan adalah kepribadian dari orang tuanya. Apa yang disaksikan tersebut akan direkam dalam memori mereka, dan secara perlahan seorang anak akan terangsang untuk mengikutinya. 

Seorang anak dapat dikatakan remaja apabila ia sudah memasuki usia 15 tahun dan akan terlihat dari psikis dan kognitifnya yang berkembang. Masa remaja atau disebut masa pubertas ialah masa dimana seorang anak berada dalam tahap mencari jati diri dan ingin lebih mengenal lebih dalam tentang siapa dirinya sesungguhnya. 

Sehingga bisa dikatakan, pada masa ini sangat rentan untuk mudah bergaul dan mudah sekali terpengaruh. Dengan hal ini peran orang tua semakin bertambah besar seiring dengan tumbuh berkembangnya anak. 

Pada masa remaja sampai menempuh usia dewasa awal seorang anak akan lebih senang untuk mengeksplor dan menikmati dunia luar, beradaptasi dengan lingkungan dan mencari hal-hal baru. Dimasa ini anak akan mulai melepaskan diri dari ketergantungan dari keluarga dan mulai fokus pada kehidupan di lingkungan sosial. 

Tentu hal ini menjadi persoalan terbesar bagi orang tua untuk harus tetap bisa membimbing dan mengarahkan setiap langkah anaknya agar tidak terjerumus dalam hal-hal negative seperti halnya pergaulan bebas atau melakukan tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Baik itu hal hal yang bisa merugikan dirinya sendiri ataupun orang lain. 

Tantangan bagi orang tua mengatasi kenakalan remaja adalah bagaimana harus bisa menyeimbangkan antara mempertahankan ikatan dalam keluarga dan meningkatkan otonomi anak seiring dengan bertambahnya usia dan pendewasaan pada anak. 

Orang tua memiliki tugas dan peran baru seiring dengan bertambahnya kebutuhan anak. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam meminimalisir adanya kenakalan remaja. 

Dengan dibekali ilmu yang cukup, baik itu ilmu pengetahuan, moralitas, ilmu agama tentu akan menjadi modal pegangan bagi anak untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Karena memberikan pendidikan sejak dini merupakan hal yang terpenting dari segala-galanya karena itu yang akan menentukan masa depannya.

***

*) Oleh : Sri Wahyuni (Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dan Jurnalis Pers Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta :
Editor : Hainorrahman
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.