Kue Dongkal Khas Betawi Laris Manis di Cerme Gresik, Jadi Buruan Takjil Warga
Kue dongkal khas Betawi menjadi buruan takjil warga di Kecamatan Cerme, Gresik. Penjual meraup omzet hingga Rp1 juta per hari selama Ramadan.
Gresik – Bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi penjual kue dongkal di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Meski kudapan khas Betawi, kue ini justru laris manis dan diminati warga sebagai menu takjil.
Salah satu penjual kudapan kue manis itu Septian. Dia mangkal di pinggir Jalan Raya Desa Betiting, Kecamatan Cerme, setiap sore mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.
Selama ramadan, kue dongkal buatannya bisa menghasilkan omzet bersih hingga Rp500 ribu sampai Rp1 juta per hari. "Tiga jam sudah habis," katanya, Minggu (22/2/2026).
Septian bukan warga Betawi. Ia berasal dari Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Bersama sang istri, ia baru sekitar satu bulan berjualan kue dongkal di Cerme.

Keahlian membuat kue tradisional tersebut dipelajarinya dari sang kakak. Awalnya memang hanya coba-coba, namun kini jajanan kue dongkal menjadi ladang untuk mencari rezeki.
“Awalnya coba-coba. Ternyata banyak yang suka, akhirnya buka lapak sendiri di sini,” ujarnya.
Dari pantauan, lapaknya selalu ramai pembeli. Bahkan, kue dongkal buatannya sempat viral di media sosial sehingga banyak warga penasaran ingin mencicipi.
Salah satunya Indah, warga yang engaja membeli kue dongkal untuk menu berbuka puasa. Ia mengaku tertarik setelah melihatnya viral di media sosial.
“Saya beli dua porsi. Baru pertama kali coba, satu porsi cuma Rp10 ribu, murah untuk berbuka,” katanya.
Cara Pembuatan dan Bahan-bahan
Kue dongkal ini dimasak langsung di lokasi dan dijual dalam kondisi hangat. Pembeli pun harus mengambil nomor antrean agar tetap tertib.
Secara bahan, kue dongkal terbuat dari campuran tepung beras, gula aren atau gula jawa, parutan kelapa, dan sedikit air garam.
Semua bahan diaduk rata, lalu dimasukkan ke dalam kukusan bambu berbentuk tumpeng. Proses pengukusan hanya sekitar 20 menit sebelum akhirnya dipotong-potong dan disajikan.
Satu kukus kue dongkal berbentuk tumpeng dapat dipotong menjadi sekitar 20 porsi. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni Rp10 ribu untuk porsi biasa dan Rp15 ribu untuk porsi jumbo.
Dalam sehari, Septian mengaku bisa menjual hingga 13 kukus kue dongkal. Teksturnya yang lebih empuk dibanding kue putu, serta rasa manis dan gurih yang dominan, menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
“Alhamdulillah selama Ramadan ini penjualan terus meningkat,” ungkapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



