Siir Utawen, Nafas Spiritual Jemaah Masjid Tegalsari di Bulan Ramadan
TIMES Jatim/Jemaah masjid Tegalsari Ponorogo usai salat tarawih selalu melantunkan Siir Utawen. (Foto: Fitri for TIMES Indonesia)

Siir Utawen, Nafas Spiritual Jemaah Masjid Tegalsari di Bulan Ramadan

Masjid Tegalsari Ponorogo memiliki tradisi unik Siir Utawen yang dilantunkan setiap usai salat Tarawih. Sebuah syair meditatif peninggalan ulama terdahulu.

TIMES Jatim,Minggu 22 Februari 2026, 14:12 WIB
700
M
M. Marhaban

PonorogoDi balik megahnya arsitektur kayu jati Masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, tersimpan gema tradisi yang tak lekang oleh zaman. Setiap malam di bulan Ramadan, sesaat setelah salam terakhir salat Tarawih dikumandangkan, suasana masjid tidak lantas sepi. Para jemaah, mulai dari sesepuh hingga anak muda, serentak melantunkan Siir Utawen.

Apa Itu Siir Utawen?

Siir Utawen adalah rangkaian syair berbahasa Jawa kuno bercampur Arab yang dilantunkan dengan nada khas Tegalsari yang meditatif. Nama "Utawen" merujuk pada kata dalam bahasa Jawa utawi yang kerap digunakan dalam metode pemaknaan kitab kuning atau ngabsah.

Secara struktur, siir ini merupakan bentuk puji-pujian dan doa yang dirangkai sedemikian rupa untuk menjaga fokus batin jemaah setelah menjalankan ibadah. Tradisi ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan warisan mendalam dari para ulama Tegalsari terdahulu.

"Syair ini berisi pengakuan dosa dan permohonan ampunan (istighfar) yang dibalut dengan irama yang menyentuh kalbu," ujar Imam, salah seorang jemaah Masjid Tegalsari, Minggu (22/2/2026).

Menurut Imam, melalui penggunaan bahasa Jawa yang akrab di telinga masyarakat lokal, pesan-pesan tauhid lebih mudah meresap ke dalam sanubari jemaah tanpa terkesan menggurui.

article

Tradisi ini berfungsi sebagai transisi atau "pendinginan" spiritual agar jemaah tidak terburu-buru pulang, melainkan tetap dalam kondisi dzikrullah (mengingat Allah).

"Melantunkan siir secara bersama-sama memperkuat ikatan emosional antarwarga, menciptakan harmoni yang hanya bisa dirasakan di serambi Tegalsari. Siir Utawen adalah napas spiritual kami. Membacanya setelah Tarawih seperti membasuh jiwa dengan embun pagi, menenangkan dan menguatkan tauhid," pungkas Imam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:M. Marhaban
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.