Menyambut Lebaran, Pemkot Probolinggo Percepat Penyaluran BLT DBHCHT ke 2.729 Warga
Pemerintah Kota Probolinggo mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada ribuan warganya.
PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada ribuan warganya. Kegiatan yang berlangsung di GOR Kedopok, Kamis (12/3/2026), ini menjadi salah satu upaya memastikan masyarakat memiliki daya beli menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sejak pukul 08.00 WIB, warga dari lima kecamatan tampak memadati lokasi untuk mengikuti prosesi penyerahan secara simbolis. Total ada 2.729 orang yang masuk daftar penerima BLT DBHCHT tahun 2026. Mereka terdiri dari 95 buruh pabrik, 66 buruh tani, dan 2.545 masyarakat lainnya yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai 3 kategori ekonomi terendah dalam data pemerintah.
Siti Aminah, warga Kecamatan Mayangan, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Bantuan tunai yang ia terima rencananya akan digunakan untuk kebutuhan pokok.
"Alhamdulillah, sangat membantu apalagi menjelang Lebaran. Uangnya mau saya pakai beli beras dan kebutuhan dapur," ujarnya dengan mata berbinar.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Probolinggo, Madihah, menjelaskan bahwa percepatan penyaluran ini memang sengaja dilakukan.
"Biasanya bantuan diberikan per tiga bulan, tetapi menjelang Ramadan dan Idul Fitri kami berinisiasi untuk lebih cepat agar manfaatnya bisa langsung dirasakan untuk kebutuhan sehari-hari," terangnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebaran penerima BLT DBHCHT merata di lima kecamatan. Terbanyak dari Kecamatan Kanigaran dengan 664 orang, disusul Mayangan 598 orang, Kademangan 550 orang, Kedopok 483 orang, dan Wonoasih 434 orang.
Tak hanya BLT, momen ini juga dimanfaatkan untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial lain. Ada 136 paket sembako untuk fakir miskin, 18 paket alat usaha, 23 paket untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), empat paket alat bantu bagi difabel, serta delapan paket untuk anak yatim terlantar.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, dalam sambutannya mengajak para penerima untuk memanfaatkan bantuan secara bijak.
"Gunakan uang ini untuk membeli bahan pangan seperti beras, minyak, dan kebutuhan penting lainnya. Jangan untuk hal-hal yang kurang perlu," pesannya di hadapan ratusan warga.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena penyaluran bisa dilakukan di bulan Ramadan yang penuh berkah, tepatnya pada hari ke-22.
Menurutnya, bantuan yang datang tepat waktu ini diharapkan bisa meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari kemenangan.
Lebih jauh, Aminuddin mengungkapkan bahwa ke depan penyaluran bantuan sosial akan diintegrasikan melalui sistem kartu bekerja sama dengan Bank Jatim.
"Dengan sistem kartu, bantuan bisa dipantau secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program pemerintah lainnya," jelasnya.
Tak lupa, ia menyampaikan kabar baik tentang tren penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo yang mencapai 0,69 persen.
Meski demikian, ia berharap ke depan masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan.
"Kita ingin warga Kota Probolinggo bukan lagi sebagai penerima, tetapi menjadi pihak yang mampu memberi. Karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah," ungkapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


