Budidaya Bunga Krisan di Pasuruan Mampu Panen Tiap Hari Hingga Tembus Pasar Bali
Petani bunga krisan di Tutur, Pasuruan mampu panen hingga 1.000 ikat per hari. Bunga krisan dijual dalam bentuk ikatan dengan harga Rp16.000 per ikat untuk seluruh jenis varietas.
Pasuruan – Budidaya bunga krisan di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terus menunjukkan tren positif. Produksi yang stabil di wilayah ini terbukti memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi lokal.
Para petani di Kampung Bunga Krisan, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, kini mampu memanen bunga krisan setiap hari. Produk hortikultura unggulan ini dikirim untuk memenuhi permintaan pasar di Jawa Timur hingga luar pulau.
Salah seorang petani krisan, Sudartono (47), saat ini mengelola lebih dari satu hektare lahan dengan populasi mencapai 700 ribu batang krisan dari berbagai varietas. Melalui pengaturan siklus tanam yang tepat, ia mampu memanen bunga-bunga cantik tersebut secara bergilir.
“Kami bisa panen setiap hari karena menggunakan teknik budidaya tanam bergiliran dan pengaturan siklus yang matang,” terang Sudartono saat dihubungi, Minggu (8/3/2026).
Sudartono menjelaskan, stabilitas produksi bunga krisan di Kecamatan Tutur terjadi karena permintaan pasar yang konsisten. Pengiriman dilakukan ke berbagai kota besar seperti Malang, Batu, Surabaya, Jakarta, hingga merambah pasar Bali. Untuk memenuhi selera konsumen yang beragam, ia menanam sekitar 30 varietas krisan dengan aneka warna dan karakter unik.
Harga Stabil dan Serap Tenaga Kerja
Dari sisi ekonomi, bunga krisan dijual dalam bentuk ikatan. Sudartono mematok harga Rp16.000 per ikat untuk seluruh jenis varietas. Dalam satu hari, volume penjualan mampu mencapai 500 hingga 1.000 ikat, tergantung pada tren permintaan dan momentum hari besar.
Menurutnya, kualitas premium bunga krisan sangat bergantung pada teknik budidaya. Faktor media tanam, ketepatan pemupukan, pengaturan jarak tanam, hingga perawatan harian menjadi kunci utama.
“Merawatnya perlu ketelatenan dan kelembutan karena bunga ini memiliki warna yang sangat cantik dan sensitif,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Sido Rejo IV Dusun Kadipaten ini.
Selain memperkuat pasokan bunga nasional, unit usaha milik Sudartono ini turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini, ia mempekerjakan 15 karyawan yang bertugas mulai dari pengolahan media tanam hingga bagian pemasaran.
“Total ada 15 karyawan yang membantu kami. Alhamdulillah, usaha ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sini,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



