TIMES JATIM, GRESIK – Memperkuat bahan baku NPK nasional, Petrokimia Gresik memulai pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas 50 ribu ton di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Pembangunan fasilitas penunjang tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma’ruf, bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob.
Dalam kesempatan itu, Aminuddin mengatakan keberadaan tangki asam sulfat ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk NPK, sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi dan ketahanan pasokan bagi industri pupuk nasional.
Dia pun mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target, yaitu di tahun 2025.
"Proyek ini (pembanguan tangki asam sulfat,) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri," ujarnya pada Selasa (20/1/2026).
Sementara, Dirut PG Daconi Khotob menjelaskan asam sulfat merupakan bahan baku untuk memproduksi pupuk majemuk NPK. Tangki asam sulfat ini nantinya berfungsi untuk mendukung keberlangsungan produksi pupuk NPK di masa depan.
"Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, kami dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia," ujar Daconi.
Petrokimia Gresik, kata dia merupakan pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak tahun 2000 dan menjadi kiblat bagi teknologi pupuk NPK di tanah air. Dengan total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikan Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia.
"Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri," ujar Daconi menambahkan.
Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare (Ha). Ada dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat nantinya akan mencapai 100.000 ton.
"Proyek tangki ini ditarget selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan. Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan," kata Daconi. (*)
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |