https://jatim.times.co.id/
Ekonomi

Dorong Naik Kelas, PLK Banyuwangi Cetak 36.235 Kemasan UMKM Selama 2025

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:41
Dorong Naik Kelas, PLK Banyuwangi Cetak 36.235 Kemasan UMKM Selama 2025 Salah satu pelaku UMKM menunjukkan packaging produknya. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BANYUWANGI – Pusat Layanan Kemasan (PLK) Banyuwangi, terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Sepanjang 2025, PLK Banyuwangi mencatat capaian signifikan dengan melayani pencetakan sebanyak 36.235 packaging produk UMKM.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, RR. Nanin Oktaviantie, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam memberikan kemudahan akses layanan kemasan bagi pelaku UMKM.

Menurut Nanin, keberadaan PLK menjadi solusi konkret atas kendala klasik UMKM, khususnya terkait biaya dan syarat minimal cetak kemasan.

Selama ini, banyak UMKM harus mencetak kemasan ke luar daerah seperti Surabaya, Malang, hingga Mojokerto dengan biaya tinggi dan jumlah cetak minimal yang memberatkan.

“Untuk itu, Pemkab Banyuwangi melalui Diskopumdag berupaya memperjuangkan supaya PLK bisa ada di Banyuwangi. Kami berharap, UMKM bisa memanfaatkan PLK ini dengan semaksimal mungkin,” kata Nanin, Kamis (15/1/2026).

Pusat-Layanan-Kemasan-Banyuwangi-2.jpgSuasana proses finishing kemasan di PLK Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Tak hanya melayani cetak kemasan, PLK Banyuwangi juga hadir untuk memberikan pendampingan menyeluruh. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 714 UMKM mengikuti layanan konsultasi usaha.

Tak hanya itu, 76 UMKM difasilitasi pembuatan logo, dan 95 UMKM mendapatkan fasilitasi legalitas usaha berupa NIB, PIRT, dan sertifikasi halal.

Nanin menyebut, PLK juga membantu peningkatan kualitas promosi produk melalui layanan fasilitasi foto produk yang dimanfaatkan oleh 37 UMKM. Sementara itu, layanan desain dan cetak kemasan tercatat dimanfaatkan oleh 494 UMKM, menjadi salah satu layanan paling diminati.

Secara rinci, dari total 36.235 kemasan yang dicetak sepanjang 2025, jenis kemasan yang paling banyak diproduksi adalah standing pouch non ziplock sebanyak 14.053 pcs, disusul box art paper sebanyak 8.710 pcs, dan standing pouch ziplock sebanyak 7.709 pcs.

Selain itu, PLK Banyuwangi juga mencetak 2.098 pcs kemasan center seal, 1.465 pcs stiker, 1.018 pcs spunbond, 924 pcs kardus, serta 258 pcs paper bag.

Pusat-Layanan-Kemasan-Banyuwangi-3.jpgSuasana konsultasi produk UMKM di PLK Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Seluruh layanan tersebut, dirancang untuk mendorong UMKM Bumi Blambangan naik kelas. Skema cetak kemasan yang diterapkan pun bersifat bertahap, dengan jumlah awal maksimal 50 pcs. Pola ini memungkinkan pemerintah daerah dapat memantau perkembangan UMKM secara lebih terukur.

“Jika kemasan cepat habis dan UMKM kembali mencetak, itu menjadi indikator bahwa produknya diterima pasar. Sebaliknya, jika lambat atau tidak berlanjut, kami bisa melakukan evaluasi dan intervensi lanjutan,” jelas Nanin.

Dengan capaian puluhan ribu packaging yang tercetak sepanjang 2025, Diskopumdag Banyuwangi optimistis PLK akan terus menjadi instrumen strategis dalam memperkuat daya saing produk UMKM.

Harapannya, produk-produk lokal Banyuwangi tidak hanya berjaya di pasar daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional. (*)

Pewarta : Muhamad Ikromil Aufa
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.