TIMES JATIM, BANYUWANGI – Babak baru kepemimpinan Forum Rogojampi Bersatu (FRB) resmi dimulai. H. Muhammad Rofiq dipercaya menakhodai organisasi tersebut dengan membawa visi besar memperkuat persatuan, memperluas kolaborasi, serta meningkatkan peran FRB dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Rogojampi.
Tongkat komando FRB berpindah tangan ke H. Rofiq, menggantikan Irfan Hidayat yang sebelumnya memimpin organisasi terbesar di Kecamatan Rogojampi itu pada periode 2021–2026.
Pengukuhan tersebut dilakukan secara terbuka di Kantor Sekretariat FRB di Jalan Kebalen Kidul, Desa Lemahbangdewo, Rogojampi, pada Sabtu (17/1/2026). Momentum ini sekaligus menjadi ajang pertemuan besar sekaligus penyegaran kepengurusan FRB yang masa baktinya telah berakhir.
Ketua FRB, H. Muhammad Rofiq, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik selama kepemimpinan sebelumnya. Dia juga bertekad meningkatkan peran FRB dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat Rogojampi.
“Saya merasa terhormat dan bangga dapat mengemban amanah sebagai Ketua Umum FRB Banyuwangi. Ini adalah tanggung jawab besar yang akan saya jalani bersama seluruh pengurus dan anggota,” kata H Rofiq, Senin (19/1/2026).
Pengusaha kriya kulit ular ini menyebut, dalam waktu dekat kepengurusan baru FRB akan melakukan audiensi ke berbagai pihak, mulai dari unsur TNI-Polri, pemerintahan, hingga para stakeholder. Langkah ini ditempuh sebagai upaya memperkuat sinergi serta membangun kolaborasi di awal tahun 2026.
“Semoga FRB Banyuwangi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Rogojampi sekaligus pimpinan DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, S.H., M.H., turut memberikan pesan kepada jajaran pengurus baru FRB.
Menurut Michael, FRB memiliki peran strategis sebagai wadah aspirasi masyarakat sekaligus perekat persatuan di wilayah Rogojampi. Karena itu, dia berharap FRB di bawah kepemimpinan H. Rofiq, mampu menjaga soliditas internal dan terus hadir di tengah masyarakat dengan program-program yang bermanfaat.
“FRB harus menjadi organisasi yang inklusif, mampu merangkul semua elemen, serta menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam menjaga kondusivitas dan mendukung pembangunan daerah,” pesan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu. (*)
| Pewarta | : Muhamad Ikromil Aufa |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |