TIMES JATIM, GRESIK – Usai menuntaskan pelatihan teknisi perawatan AC dan menjahit, sejumlah warga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menerima bantuan alat wirausaha. Bantuan ini diserahkan untuk mendukung produktivitas dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.
Para peserta berasal dari delapan desa dan tiga instansi pendidikan, yakni Desa Manyarejo, Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun, Karangrejo, Banyuwangi, Bedanten, Kramat, dan Leran. Selain itu, terlibat pula perwakilan dari SMK Yasmu, SMA Yasmu, dan SMK As Sa’adah.
Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Surabaya, Wido Eko Wardiono, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan jawaban atas tantangan industri yang menuntut kecepatan adaptasi terhadap ekosistem dinamis. Menurutnya, konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri melalui pelatihan kompetensi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
“Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi berstandar nasional BNSP serta peralatan kerja sebagai stimulus. Pesertanya beragam, mulai usia sekolah menengah hingga 50 tahun, sehingga mereka bisa terlibat langsung dalam rantai pasok industri,” ujar Wido, Jumat (6/2/2026).
Bantuan ini disalurkan oleh PT BKMS selaku pengelola JIIPE. Perusahaan menyerahkan paket peralatan kerja sebagai stimulus wirausaha agar peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang telah didapat.
Untuk bidang menjahit, sebanyak 11 unit alat jahit diserahkan, meliputi mesin jahit lockstitch dan obras, obeng, gunting, benang, hingga perlengkapan pendukung seperti spool, jarum, sekoci, dan oli mesin.
Sementara untuk bidang teknisi AC, disalurkan 20 paket peralatan yang terdiri dari tang kombinasi, kunci L set, kunci inggris, manifold gauge, tang ampere, termometer, pompa cuci AC, hingga plastik cuci AC.
Direktur HR & Logistik PT BKMS, Agung P. Guritno, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam membuka peluang kerja dan kemandirian ekonomi warga sekitar.
"Bantuan paket alat jahit dan penunjang teknisi AC ini kami harapkan dapat meningkatkan pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat,” ungkap Agung.
Ia juga mengajak para tenant di kawasan KEK untuk berkolaborasi dalam program lanjutan, termasuk pengembangan jenis pelatihan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar.
“Ke depan, pelatihan bisa dikembangkan ke bidang lain seperti e-commerce dan pemasaran digital agar ekonomi desa semakin produktif. Harapannya, program ini mampu membuka peluang usaha mandiri dan memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar KEK Gresik," pungkasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Dukung Kemandirian Ekonomi, Warga di Sekitar KEK Gresik Terima Bantuan Alat Wirausaha
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Deasy Mayasari |