TIMES JATIM, MALANG – SDN Sawojajar 4 Malang memperkuat pendidikan karakter religius siswa melalui peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar pada Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa kelas I hingga VI, para guru, serta tenaga kependidikan. Peringatan Isra Mikraj bagi SDN Sawojajar 4 Malang menjadi sarana pembelajaran keagamaan sekaligus penguatan nilai-nilai moral di lingkungan sekolah dasar.
Acara yang berlangsung khidmat di halaman sekolah itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan lantunan shalawat Nabi.

Kartini, Kepala SDN Sawojajar 4 Malang, mengatakan peringatan Isra Mikraj tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki tujuan edukatif untuk membentuk karakter peserta didik sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal peristiwa Isra Mikraj, tetapi juga memahami pentingnya salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam,” ujarnya.
Menurut Kartini, sekolah secara konsisten berupaya menjadikan pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin nilai-nilai religius tidak berhenti pada teori di kelas, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam sikap disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan saling menghormati,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mikraj juga menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter.
“Pembentukan karakter harus dimulai sejak sekolah dasar. Jika pondasinya kuat, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan di jenjang pendidikan berikutnya,” tegasnya.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah singkat oleh Abdul Aziz, guru pendidikan agama Islam SDN Sawojajar 4 Malang. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan secara ringkas perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga peristiwa Mikraj ke Sidratul Muntaha.
Aziz akrab disapa menuturkan bahwa peristiwa Isra Mikraj mengandung pesan penting tentang kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya melalui salat.

“Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana membentuk kepribadian yang sabar, jujur, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk mulai membiasakan diri menjalankan salat tepat waktu dan menghormati orang tua serta guru dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau anak-anak terbiasa disiplin dalam salat, insyaallah akan terbiasa pula disiplin dalam belajar dan berperilaku baik,” ujarnya.
Selain itu, Aziz menekankan bahwa pemahaman agama harus dibarengi dengan akhlak yang baik dalam pergaulan di sekolah maupun di rumah.
“Ilmu agama harus terlihat dari sikap, seperti tidak mudah marah, saling membantu, dan tidak membully teman,” pungkasnya.
Selain tausiyah, Isra Mikraj SDN Sawojajar 4 Malang juga dimeriahkan penampilan hadrah dan pembacaan shalawat Nabi. Penampilan tersebut menjadi sarana pengembangan minat dan bakat sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menampilkan seni religi. (*)
| Pewarta | : Hainor Rahman |
| Editor | : Hainorrahman |