TIMES JATIM, PACITAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Pacitan mengawali tahun 2026 dengan capaian positif. Hingga Sabtu (3/1/2026), PAD pariwisata sudah menembus kisaran Rp400 juta dan berpeluang mencapai Rp500 juta pada hari berikutnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Munirul Ichwan, menyebut capaian tersebut berasal dari retribusi tiket objek wisata selama periode 1–3 Januari 2026.
“Alhamdulillah, awal tahun 2026 ini PAD pariwisata sudah tembus Rp400 juta. Kalau ditambah besok, insyaAllah bisa mencapai Rp500 juta,” kata Munirul.
Lonjakan pendapatan ini sejalan dengan tingginya kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dari target 150 ribu kunjungan, realisasi hingga akhir libur tercatat melampaui 105 persen.
“Selama libur Nataru hingga besok, kunjungan wisatawan melampaui target. Baik wisatawan lokal maupun luar daerah,” ujarnya.
Menurut Munirul, Pacitan menjadi alternatif tujuan wisata ketika sejumlah daerah tujuan utama mengalami kepadatan lalu lintas. “Saat Yogyakarta macet, Gunungkidul padat, Bali relatif sepi, Pacitan menjadi solusi,” katanya.
Dari sisi destinasi, Pantai Klayar masih menjadi primadona kunjungan wisatawan. Selain itu, Pantai Watukarung dan Pantai Srau juga masuk dalam jajaran destinasi populer.
Sementara itu, Pantai Buyutan mengalami peningkatan kunjungan yang cukup signifikan. “Buyutan naik karena lokasinya mendukung untuk camping dan suasananya lebih privat,” jelas Munirul.
Ke depan, Disparbudpora Pacitan juga berencana mengembangkan Pantai Taman di Kecamatan Ngadirojo sebagai destinasi wisata berbasis konservasi penyu.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu lokasi terbesar pengembangbiakan tukik di Pacitan. “Rencananya, wisatawan yang masuk Pantai Taman tiketnya diganti dengan tukik. Konservasinya sudah berjalan, dan di sana memang pusat konservasi penyu terbesar,” ungkapnya.
Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya berwisata, tetapi juga dilibatkan langsung dalam upaya pelestarian lingkungan.
Setiap musim, sekitar 5.000 hingga 6.000 tukik disiapkan untuk dilepasliarkan, biasanya mulai April hingga Mei setiap tahun.
Munirul menambahkan, capaian awal 2026 ini melanjutkan tren positif sepanjang 2025.
Selama Desember 2025, kontribusi PAD pariwisata bahkan melampaui 112 persen dari target bulanan, dengan total PAD akhir tahun mencapai Rp1,5 miliar.
“Capaian ini berkat dukungan semua pihak, baik internal maupun eksternal, mulai dari pokdarwis, pelaku wisata, pengelola akomodasi, hingga pelaku UMKM,” ujarnya.
Sebagai informasi, hingga akhir 2025, PAD sektor pariwisata Pacitan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir berhasil memenuhi target tahunan 100 persen.
Target yang ditetapkan sebesar Rp9 miliar berhasil tercapai, bahkan terlampaui berkat momentum libur Natal, Tahun Baru 2025/2026, dan libur sekolah. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Faizal R Arief |