https://jatim.times.co.id/
Wisata

Surabaya Puncaki Kunjungan Wisatawan Jatim, Hotel Kokoon Jadi Magnet ‘Heritage’

Minggu, 04 Januari 2026 - 20:18
Surabaya Puncaki Kunjungan Wisatawan Jatim, Hotel Kokoon Jadi Magnet ‘Heritage’ Hotel Kokoon Surabaya yang mengusung konsep 'Living Museum' di tengah arsitektur Eropa tahun 1900-an. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, SURABAYAKota Surabaya kian mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata utama di Jawa Timur.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-September 2025, Surabaya mencatatkan angka kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) tertinggi dengan total 19,27 juta perjalanan.

Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi sektor perhotelan, khususnya bagi akomodasi yang menawarkan konsep sejarah dan budaya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Hotel Kokoon Surabaya. Terletak di jantung Surabaya Utara, hotel ini berhasil memadukan aksesibilitas sentra urban dengan pengalaman living museum yang autentik.

Arsitektur Eropa klasik tahun 1900-an yang dipertahankan menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan yang jenuh dengan nuansa modernitas kota besar.

Ditunjang Rewind Culture

Marketing Communication Hotel Kokoon Surabaya, Tegar, mengungkapkan bahwa revitalisasi kawasan Kota Lama oleh pemerintah kota telah menjadi katalisator bagi hotel-hotel bersejarah. 

Fenomena ini disambut baik oleh generasi muda, khususnya Gen Z, yang kini menggandrungi tren rewind culture atau kegemaran terhadap estetika masa lalu.

"Di Surabaya, pilihan hotel dengan vibes sejarah yang kental sangat terbatas. Kami melihat tamu dari Jakarta dan Bandung sengaja datang ke sini untuk mencari atmosfer sejarah yang tidak mereka temukan di kota asal mereka," ujar Tegar. 

Untuk memperkaya pengalaman tamu, Kokoon mengintegrasikan teknologi QR Code pada koleksi benda antiknya, memungkinkan wisatawan mengakses literasi sejarah secara digital sambil mengeksplorasi hotel.

Hotel-Kokoon-Surabaya-a.jpg

Daya tarik Surabaya Utara terbukti melampaui batas negara. Melalui program Cooking Class, Hotel Kokoon berhasil menarik turis dari Amerika Serikat, Australia, hingga Singapura.

Keunikannya terletak pada pengalaman 'blusukan' ke Pasar Pabean menggunakan becak tradisional untuk berbelanja bahan mentah seperti kayu manis, rempah-rempah, dan sayuran.

Interaksi langsung di pasar tradisional yang riuh menjadi momen paling berkesan bagi turis asing. Setelah berbelanja, mereka diajak mengolah menu Nusantara seperti Garang Asem dan Serabi.

Kualitas pengalaman ini bahkan membuat wisatawan yang menginap di hotel bintang lima kawasan pusat kota sengaja berkunjung ke Surabaya Utara demi mencicipi atmosfer autentik tersebut.

Masalah Pemerataan Okupansi

Meskipun data BPS menunjukkan angka kunjungan yang fantastis, Tegar memberikan catatan kritis mengenai realitas di lapangan.

Saat ini, tingkat hunian hotel (okupansi) di Surabaya masih terkonsentrasi di wilayah Pusat dan Barat. Surabaya Utara memang mengalami pertumbuhan, namun belum mencapai potensi maksimal secara konsisten. 

"Kami mencatat peningkatan hunian, namun selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin, full occupancy hanya terjadi pada hari-hari tertentu saja, belum merata sepanjang musim liburan," jelas Tegar.

Menurutnya, faktor utama yang menghambat wisatawan untuk tinggal lebih lama di Surabaya Utara adalah fasilitas publik. Keluhan tamu seringkali berkisar pada minimnya penerangan jalan, jalur pedestrian yang kurang memadai bagi pejalan kaki, serta aspek keamanan di kawasan sekitar saat malam hari. 

Harapan ke depannya, Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan perhatian lebih pada pengembangan fasilitas publik di wilayah Utara. Infrastruktur yang ramah bagi wisatawan akan menjadi kunci agar Surabaya Utara tidak hanya menjadi tempat singgah sesaat, tetapi menjadi destinasi yang membuat pengunjung betah menginap.

"Surabaya Utara sudah mulai hidup, namun kenyamanan dan keamanan di luar area hotel harus dijamin oleh pemangku kebijakan. Jika infrastruktur ini diperbaiki, kami optimis posisi Surabaya sebagai pemimpin pariwisata di Jawa Timur akan semakin tak tergoyahkan," pungkas Tegar. (*)

Pewarta : Zisti Shinta Maharani
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.