TIMES JATIM, PONOROGO – Suasana khidmat menyelimuti kompleks pemakaman keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Selasa (6/1/2026). Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) hadir melakukan takziah atas berpulangnya salah satu pimpinan terbaik Gontor, Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, yang wafat pada Sabtu (3/1/2026).
Kehadiran UAS disambut langsung oleh Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal. Keduanya tampak berjalan beriringan menuju pusara almarhum untuk memberikan penghormatan terakhir dan memanjatkan doa bersama bagi sosok yang dikenal sebagai intelektual muslim yang gigih tersebut.
Duduk di samping makam yang masih basah, UAS tampak tertunduk khusyuk saat melantunkan tahlil dan doa. Baginya, almarhum bukan sekadar pimpinan pondok, melainkan mercusuar ilmu yang dedikasinya melintasi batas institusi.

"Kita tidak hanya kehilangan seorang pimpinan pondok, tapi kita kehilangan perpustakaan berjalan dan penjaga benteng moral umat. Beliau adalah sosok yang istikamah dalam mencetak kader-kader pemimpin bangsa," ujar Ustadz Abdul Somad dengan nada rendah usai berdoa.
UAS juga menambahkan bahwa warisan pemikiran almarhum di bidang pendidikan Islam akan terus menjadi rujukan bagi generasi mendatang.
Di sisi lain, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal yang mendampingi sepanjang prosesi takziah, menyampaikan rasa terima kasih atas simpati yang terus mengalir. Meski dalam suasana duka, Kiai Hasan tetap menunjukkan ketegaran khas pendidik Gontor.

"Gontor berduka, namun perjuangan tidak boleh berhenti. Kedatangan Ustadz Abdul Somad adalah bentuk ukhuwah yang menguatkan. Kita doakan almarhum mendapat tempat terbaik, dan kita yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melanjutkan amanah besar ini," tutur KH Hasan Abdullah Sahal.
Wafatnya KH Amal Fathullah Zarkasyi meninggalkan duka mendalam bagi ribuan santri dan alumni yang tersebar di seluruh dunia. Selama masa hidupnya, beliau dikenal aktif dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam dan memperkuat posisi Gontor sebagai lembaga pendidikan bertaraf internasional.
Prosesi takziah ditutup dengan ramah tamah singkat di kediaman pimpinan, sebelum UAS melanjutkan agenda dakwahnya. Kehadiran tokoh-tokoh umat di Gontor menjadi simbol kuat bahwa persatuan dan rasa hormat terhadap guru tetap menjadi fondasi utama dalam tradisi pesantren. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: UAS Doa Bersama KH Hasan Abdullah Sahal di Pusara KH Alam Fathullah Zarkasyi
| Pewarta | : M. Marhaban |
| Editor | : Deasy Mayasari |