TIMES JATIM, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan langsung Gedung Parkir Kayutangan, Sabtu (10/1/2026). Gedung Parkir ini dinilai sebagai solusi kemacetan dan kesemrawutan kendaraan di kawasan Kayutangan Kota Malang.
Wahyu menilai uji coba operasional Gedung Parkir Kayutangan sebelumnya, berjalan lancar dan memberikan dampak positif terhadap penataan kawasan heritage tersebut.
“Alhamdulillah lancar sekali. Penataan parkir sudah bagus, kemudian ada Trans Jatim juga. Banyak masyarakat yang memanfaatkan dan menikmatinya,” ujar Wahyu, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Wahyu, kawasan Kayutangan saat ini sudah relatif bersih dari kendaraan parkir, khususnya roda dua. Tinggal penataan untuk kendaraan roda empat yang masih dalam tahap penyesuaian. Untuk mendorong masyarakat beralih ke gedung parkir, Pemkot Malang menggratiskan tarif parkir hingga 13 Januari 2026 mendatang.
“Kita gratiskan sampai tanggal 13 supaya masyarakat bisa memanfaatkan dan membiasakan parkir di Gedung Parkir Kayutangan,” ungkapnya.
Wahyu menegaskan, keberadaan gedung parkir bertingkat di kawasan Kayutangan yang terhubung dengan parkir vertikal Majapahit menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan kepadatan dan kemacetan. Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, kebijakan ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Target PAD pasti ada. Dengan gedung bertingkat ini, tingkat kepadatan dan keruwetan di sepanjang Kayutangan bisa kita atasi. Sekarang kita cek dalam dua sampai tiga hari ke depan, apakah pengunjung bisa benar-benar nyaman menikmati kawasan ini,” ucapnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dishub Kota Malang, Slamet menyampaikan bahwa selama masa uji coba, dampak terhadap kelancaran arus lalu lintas sudah mulai terasa. Saat hari pertama digratiskan, Gedung Parkir Majapahit hampir penuh untuk kendaraan roda dua, sementara di sisi Kayutangan dimaksimalkan untuk roda empat.
“Secara aktual di lapangan, kondisinya seperti itu. Untuk arus lalu lintas, kami menempatkan pos-pos jaga dan berkolaborasi dengan unsur terkait untuk sosialisasi sekaligus monitoring. Alhamdulillah sekarang sudah lebih lancar,” jelas Slamet.
Dishub juga melakukan patroli rutin untuk memberikan edukasi kepada pengguna kendaraan. Dari hasil pengamatan sementara, jumlah pengguna gedung parkir diperkirakan lebih dari 500 kendaraan per hari, khususnya roda dua, dengan pola parkir dua hingga tiga jam sehingga terjadi beberapa siklus pergantian kendaraan dalam sehari.
“Estimasi kami dalam satu hari bisa terjadi tiga sampai empat kali siklus,” imbuhnya.
Adapun jam-jam ramai diperkirakan terjadi pada malam hari, terutama akhir pekan. Dishub juga memberikan toleransi bagi karyawan yang pulang larut malam, dengan batas maksimal keluar gedung parkir hingga pukul 01.00 WIB.
Untuk operasional, gedung parkir dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB.
“Sementara kapasitas parkir mobil saat ini masih terbatas dan belum ada penambahan dalam waktu dekat. Jadi untuk mobil masih parkir di badan jalan,” tandasnya.(*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |