TIMES JATIM, GRESIK – Video pendek berjudul "Ayahku, Pahlawanku" karya Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Trate Putri diapresiasi oleh Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Karya itu menjadi juara satu dalam lomba Video Pendek Ramah Anak tingkat MI se-Kabupaten Gresik dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-80.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, H. Muh. Ali Faiq, saat Upacara Peringatan HAB ke-80 yang digelar di MTsN Gresik, Metatu, Sabtu (3/1/2026).
Ali Faiq menyampaikan bahwa lomba video pendek ramah anak yang digagas sebagai wujud pelaksanaan Asta Protas Kemenag, khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang ramah anak dan terintegrasi.
Selain itu, lomba ini juga bertujuan menggali kreativitas masyarakat dalam mengekspresikan nilai seni serta kepedulian terhadap pemenuhan hak dan kenyamanan anak baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan.
"Anak merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya sehingga perlu mendapat perhatian serius. Anak harus dibina dan dikembangkan secara optimal agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, serta berakhlakul karimah," kata Plt Kakan Kemenag.
Sementara itu, Kepala MINU Trate Putri, Ainur Rahmah mengungkapkan bahwa karya video pendek berjudul “Ayahku, Pahlawanku” tersebut mendapat apresiasi karena mampu menyampaikan pesan kampanye madrasah ramah anak secara kuat dan menyentuh.
Dengan alur cerita yang sederhana namun emosional, video ini berhasil menggambarkan nilai kasih sayang, kehangatan keluarga, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
“Alhamdulillah, mengawali Tahun Baru 2026 di semester dua ini, MINU Trate Putri dapat mempersembahkan prestasi yang membanggakan. Semoga ke depan kami dapat terus mengukir prestasi yang lebih gemilang,” ujarnya.
Prestasi ini, kata Ainur Rahma menegaskan komitmen MINU Trate Putri dalam mendukung dan menerapkan konsep madrasah ramah anak yang terstandarisasi PISA (Pusat Informasi Sahabat Anak) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.
"Dengan capaian tersebut, kami terus memantapkan diri sebagai madrasah yang inspiratif, inovatif, serta konsisten menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang anak," tutupnya. (*)
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Faizal R Arief |