TIMES JATIM, MALANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 4 Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, diakui menjadi kurang efektif dan minim kenyamanan sejak siswa harus belajar di rumah warga. Kondisi ini terjadi setelah atap bangunan sekolah ambruk akibat faktor usia bangunan dan terpaan angin kencang.
Sejumlah guru menyebut, meskipun proses pembelajaran tetap berjalan, suasana belajar di luar lingkungan sekolah membuat siswa tidak bisa belajar secara optimal. Hal tersebut diakui langsung oleh Kepala SDN 4 Sukowilangun, Sugiono.
Sugiono menjelaskan, pihak sekolah berupaya semaksimal mungkin agar proses KBM tetap menyerupai pembelajaran di kelas. Berbagai fasilitas belajar tetap disediakan meski lokasi berpindah.
“Kami berusaha menyamakan seperti belajar di sekolah walaupun tempatnya berbeda. Anak-anak tetap belajar, kami pasang papan tulis dan bangku juga kami pindahkan ke sana. Jam pelajaran juga tidak dikurangi,” ujar Sugiono.
Namun demikian, ia mengakui bahwa kondisi ruang belajar di rumah warga tidak bisa sepenuhnya menggantikan kenyamanan ruang kelas sekolah.
“Kalau di kelas kan lebih luas, sementara di rumah warga ruangannya lebih sempit. Secara suasana tentu berbeda,” katanya.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar dilakukan di beberapa bagian rumah warga yang dipinjam sementara oleh pihak sekolah. Ruangan tersebut dimanfaatkan agar seluruh siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran.
“Yang dipakai itu ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, bahkan garasi. Karena rumahnya rumah lama, ruangannya cukup lebar-lebar, jadi bisa dimanfaatkan untuk belajar,” jelas Sugiono.
Meski proses pembelajaran masih berjalan, pihak sekolah berharap perbaikan bangunan sekolah dapat segera direalisasikan agar siswa bisa kembali belajar di lingkungan sekolah secara utuh.
“Secara jam pelajaran tidak berkurang, anak-anak tetap belajar seperti biasa. Tapi dari sisi kenyamanan memang kurang. Kurang efektif juga. Harapan kami, perbaikan segera terealisasi agar anak-anak bisa kembali belajar bersama di satu lingkungan sekolah, tidak terpisah-pisah,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, atap SDN 4 Sukowilangun ambruk pada Minggu (11/1/2026) dan berdampak pada tiga ruang kelas. Sejak awal Januari 2026, puluhan siswa terpaksa menjalani KBM di rumah warga sembari menunggu proses perbaikan dari pemerintah daerah. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Imadudin Muhammad |