TIMES JATIM, GRESIK – Meski jadi kawasan industri, Kabupaten Gresik Jawa Timur mencatat produktivitas pertanian naik, dari 6,26 ton per hektare pada tahun 2024 menjadi 6,28 ton per hektare pada tahun 2025. Dengan capaian tersebut, total produksi gabah mencapai sekitar 419.961 ton, yang setara 281.508 ton beras.
Tak hanya produktivitas, luas tanam tercatat sebesar 76.568,40 hektare dan meningkat menjadi 80.540,80 hektare pada tahun 2025, atau bertambah sekitar 3.972,40 hektare. Seiring dengan itu, luas panen juga meningkat dari 67.083,40 hektare pada tahun 2024 menjadi 76.565,40 hektare pada tahun 2025, atau naik sekitar 9.482,40 hektare.
Sekda Gresik, Ahmad Washil Miftahul Rahman menyampaikan hasil produksi padi di Kota Pudak mengalami kenaikan. Hal ini sejalan dengan swasembada pangan merupakan salah satu prioritas.
"Ini yang harus didukung secara kolaboratif dari pusat hingga desa," kata Sekda di sela kegiatan tasyakuran swasembada bersama Presiden Prabowo Subianto melalui zoom di balai Desa Prupuh Panceng, Rabu (7/1/2026).
Menurut Sekda, konsep pertanian modern berbasis alat dan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Beberapa negara telah berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui industrialisasi pertanian.
"Ini bisa kita tiru dan kembangkan di Gresik. Pertanian tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi didukung alat, teknologi, dan sistem irigasi yang berkelanjutan,” tegas Sekda.
Sekda mencontohkan penerapan irigasi perpipaan di Bawean, yang memanfaatkan Danau Kastoba dan sejumlah mata air. Program tersebut terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
Konsep serupa, lanjutnya, juga mulai diterapkan di wilayah Gresik utara melalui irigasi perpipaan berbasis pompa, dengan sistem tandon dan pipa PE yang memiliki ketahanan jangka panjang. Teknologi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan air serta meningkatkan hasil pertanian.
“Terkait hasil panen, alhamdulillah sinergi antarprogram mulai terlihat. Di wilayah ini, komoditas jagung sangat menonjol dan berpotensi dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk pengembangan agribisnis," ujarnya.
Kegiatan tasyakuran ini juga menjadi momentum penguatan peran penyuluh pertanian. Tercatat sebanyak 57 penyuluh pertanian aktif mendampingi petani dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang swasembada pangan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap swasembada pangan, pemerintah melalui APBN juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian di Gresik. Bantuan tersebut meliputi enam unit combine harvester, 30 unit hand sprayer, 27 unit traktor roda empat, 11 unit traktor roda dua, 3 unit rice transplanter, 3 unit drone pertanian, serta satu paket irigasi perpompaan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Produktivitas Padi Gresik Meningkat, Tembus 6,28 Ton Per Hektare
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Deasy Mayasari |