TIMES JATIM, MALANG – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat riset dan inovasi di sektor pertanian. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan mencetak sumber daya manusia unggul, tetapi juga menghasilkan teknologi dan inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas hingga mendorong hilirisasi hasil pertanian.
“Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mempercepat kemajuan sektor pertanian demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian nasional. Ia menyebut, sinergi dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menjadi kunci untuk menjembatani riset dan praktik di lapangan.
“Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis dan inovasi, tetapi juga mencetak generasi SDM pertanian yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang yang menerima kunjungan dosen Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Kamis (8/1/2026). Kunjungan tersebut untuk menjajaki sekaligus memperkuat riset kolaboratif, khususnya di bidang pakan ternak melalui Divisi Pakan Teaching Factory (TEFA) Polbangtan Malang.
Rombongan dosen IPB diterima langsung oleh Kepala Divisi Pakan Ternak TEFA Polbangtan Malang, Fitria Nur Aini. Dalam pertemuan tersebut, Fitria menyampaikan bahwa Polbangtan Malang sangat terbuka terhadap kerja sama riset dan pengembangan inovasi pakan yang berbasis kebutuhan industri dan petani.
“Kolaborasi riset ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan akademik dalam menghasilkan inovasi pakan yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Agenda kunjungan meliputi peninjauan sarana dan prasarana Divisi Pakan, observasi proses formulasi dan pemberian pakan ternak, serta kunjungan ke kandang ruminansia kecil dan unggas. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis Teaching Factory yang diterapkan di Polbangtan Malang.
Perwakilan dosen Fakultas Peternakan IPB, Lilis Khotijah, mengapresiasi fasilitas yang dimiliki Polbangtan Malang. Menurutnya, kelengkapan sarana dan dukungan pembelajaran praktik di Polbangtan Malang sangat menunjang kegiatan riset terapan sekaligus penguatan kompetensi mahasiswa.
“Fasilitas yang tersedia sangat memadai dan relevan untuk mendukung riset terapan. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dan berkembang ke bidang yang lebih luas,” ucapnya. (D)
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |