TIMES JATIM, GRESIK – Lindungi persawahan dan pemukiman dari banjir, tanggul di tepi Bengawan Solo di Desa Masangan Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik Jawa Timur mulai dibangun. Rencannya, tanggul yang dibangun sepanjang kurang lebih 2 kilometer.
Keberadaan tanggul ini diharapkan bisa melindungi sektor pertanian yakni area persawahan serta pemukiman warga dari adanya banjir luapan sungai.
Kepala Desa Masangan Suyanto mengatakan, pembangunan tanggul tepi Bengawan Solo ini sudah lama dinanti oleh warga. Khususnya, para petani yang setiap musim hujan dihantui banjir luapan kali.
"Pembangunan tanggul ini dikerjakan oleh pihak Dinas PUTR Gresik. Sebelum dikerjakan, kami sudah menggelar rapat Musdes dengan mengundang pemilik tanah yang dilintasi tanggul dan pengurus Gapoktan," ujar Kades Suyanto, Kamis (8/1/2026).
Dia membeberkan, sebenarnya ada tiga desa yakni Bungah, Sukowati dan Masangan yang dibangunkan tanggul oleh Dinas PUTR Gresik.
Untuk Masangan sendiri tanggulnya sepanjang 2 kilometeran, dengan lebar atas 2 meter dan lebar bawah 3 meter.
Diketahui, beberapa waktu sebelumnya pengerjaan proyek tanggul Bengawan Solo ini sudah dikerjakan di wilayah Desa Bungah sepanjang 700 meteran dan Sukowati sepanjang 530 meteran.
"Bantuan pembangunan tanggul ini sudah kami ajukan setahun lalu. Dan alhamdulillah saat ini sudah mulai dikerjakan dari wilayah perbatasan Sukowati hingga perbatasan Sidorejo," pungkasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tekan Risiko Banjir, Tanggul Bengawan Solo di Masangan Gresik Mulai Dibangun
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Deasy Mayasari |