https://jatim.times.co.id/
Berita

Pasien Kasus Campak Sudah Sembuh, Dinkes Lamongan Tetap Gencarkan Imunisasi dan Edukasi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:48
Pasien Kasus Campak Sudah Sembuh, Dinkes Lamongan Tetap Gencarkan Imunisasi dan Edukasi Siswa SD salah satu lembaga sekolah di wilayah Lamongan saat menerima imunisasi dalam kegiatan BIAS yang dilaksanakan Dinkes Lamongan (Foto : Dinkes Lamongan for TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, LAMONGAN – Kabar baik datang dari sektor kesehatan Kabupaten Lamongan. Hingga Agustus 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan hanya ada lima kasus campak yang ditemukan di wilayah Lamongan. Seluruh pasien yang sempat terdiagnosis positif kini telah dinyatakan sembuh.

Kepala Dinkes Lamongan, dr Mohammad Chaidir Annas, menjelaskan, kasus tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan 51 sampel dari pasien dengan gejala klinis campak. Sampel tersebut dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLABKESMAS) Surabaya.

“Hasilnya hanya lima sampel yang terkonfirmasi positif, sementara sisanya negatif. Semuanya sudah sembuh dan tidak menimbulkan penyebaran lanjutan,” kata dr Annas, Sabtu (30/8/2025). 

Menurutnya, tiga dari lima penderita diketahui terpapar setelah melakukan perjalanan ke luar Lamongan. Sedangkan dua kasus lainnya murni dari wilayah Lamongan. Meski demikian, seluruh kasus campak tersebut sudah terkendali tanpa menimbulkan dampak serius.

“Tidak ada kematian akibat campak di Lamongan. Semua kasus berhasil kita lokalisir dan obati. Saat ini tidak ada perkembangan jumlah kasus baru,” ujarnya. 

Pencegahan dengan Gizi dan Imunisasi

Mantan Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan ini menekankan pentingnya pencegahan melalui imunisasi lengkap serta asupan gizi seimbang, khususnya bagi anak-anak balita. Campak, kata dr Anns, termasuk dalam kategori PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi).

“Kalau daya tahan tubuh anak bagus dengan gizi cukup, biasanya lebih kuat menghadapi virus. Namun perlindungan terbaik tetap melalui imunisasi,” ujarnya.

Upaya pencegahan ini juga diperkuat dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Lamongan. 

Dinkes-Lamongan-b.jpg

"Dalam program ini, kami menyediakan imunisasi gratis bagi anak usia sekolah, mulai dari Measles Rubella (MR), Difteri Tetanus (DT/Td), hingga HPV untuk pencegahan kanker serviks," ucapnya. 

Capaian Imunisasi di Lamongan

Berdasarkan data Dinkes Lamongan per Juli 2025, capaian imunisasi campak masih perlu ditingkatkan.

• Imunisasi MR I (usia 1 tahun): tercapai 7.112 balita atau 39,2 persen dari target 18.142.
• Imunisasi MR II (usia 18 bulan): tercapai 7.244 balita atau 39,6 persen dari target 18.283.
• Imunisasi MR di BIAS (kelas I SD): tercapai 5.467 anak atau 30,61 persen dari target 17.862.
• Imunisasi HPV (kelas V SD): tercapai 2.605 anak atau 32,65 persen dari target 7.979.

Sementara imunisasi DT dan Td untuk siswa kelas I–III SD belum tercapai optimal.

“Kita targetkan minimal 95 persen capaian agar kekebalan komunal bisa terbentuk. Kalau ada bolong-bolong, maka risiko penularan bisa muncul,” ujar dr Annas.

Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran

Meski mayoritas masyarakat mendukung program imunisasi, dr Annas mengakui masih ada sebagian kecil warga yang ragu. Kendati demikian, Dinkes tetap menghormati pandangan tersebut, sembari terus memberikan edukasi manfaat imunisasi.

“Kekebalan dari imunisasi itu bersifat komunal. Kalau cakupan sudah 95 persen, otomatis 5 persen sisanya ikut terlindungi. Inilah pentingnya partisipasi semua pihak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, efek samping imunisasi sangat kecil dan bersifat wajar atau normal, seperti demam ringan pasca suntikan. "Adanya efek kenaikan suhu tubuh, justru menunjukkan proses terbentuknya kekebalan tubuh," katanya.  

Perlindungan Gratis dari Pemerintah

Program imunisasi yang digelar pemerintah bersifat gratis. Dr Annas mengajak masyarakat Lamongan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Imunisasi adalah perlindungan cuma-cuma dari pemerintah. Kalau tidak dimanfaatkan, itu sangat disayangkan. Karena kesehatan anak-anak adalah investasi masa depan,” tutur dr Annas, Kepala Dinkes Lamongan. (*)

Pewarta : Moch Nuril Huda
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.